Hukum Takbiran pada Malam Idul Fitri

0
1018

BincangSyariah.Com – Bacaan takbir adalah salah satu zikir yang dianjurkan dalam Islam. Adapun istilah “takbiran”, atau “takbir” yang dibaca berulang-ulang di saat malam menjelang Idulfitri adalah kesunahan yang banyak digemari oleh muslim. Mereka menyambut hari kemenangan dengan bersuka-ria seraya bertakbir mengagungkan Tuhan. Allah berfirman dalam QS Albaqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

Begitupun dengan Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak takbir pada saat hari raya. Nabi bersabda:


زينوا اعيادكم بالتكبير

Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir

Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatwa menjelaskan bahwa waktu takbir tersebut bisa dimulai dari pertama kali melihat hilal pada akhir bulan Ramadan dan berakhir ketika selesainya imam dari khutbah. Begitupun dalam kitab Al- Umm dijelaskan, mereka terus bertakbir dari malam Idulfitri sampai menuju tempat salat, dan dari tempat salat hingga imam  selesai khutbah.

Sebagian orang membaca takbir dengan cukup singkat dan padat seperti lafaz berikut ini:

اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَللهِ الحَمْد

Namun banyak juga yang menggunakan bacaan takbir secara lengkap dan sempurna seperti berikut ini:

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa an-Nya, Dia Zat yang menepati janji, Zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke Esaan-Nya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah

Adapun hikmah dari merayakan malam hari raya dengan bacaan takbir tersebut adalah hatinya akan selalu hidup dan tak pernah mati. Begitulah yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i yang meriwayatkan dari Ibrahim bin Muhammad dari Abu Darda’, Nabi bersabda:

Baca Juga :  Merayakan Malam Idulfitri dengan Takbir Keliling

من قام ليلة العيد محتسبا لم يمت قلبه حين تموت القلوب

Barangsiapa yang menegakkan (menghidupkan) malam hari raya dengan penuh keikhlasan niscaya hatinya tidak akan mati ketika semua hati mati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here