Hukum Suami Meminta Kembali Harta yang Diberikan pada Istri

0
1567

BincangSyariah.Com – Dalam banyak kasus, terdapat seorang suami yang meminta kembali harta yang diberikan kepada istri. Umumnya, penarikan harta ini dilakukan ketika suami bertengkar dengan istrinya. Bagaimana hukum suami meminta kembali harta yang diberikan pada istri, apakah boleh?

Menurut Imam Syafii, ketika suami memberikan harta atau benda pada istrinya, maka dia tidak boleh menarik dan memintanya kembali. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersbda;

لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يُعْطِيَ عَطِيَّةً أَوْ يَهَبَ هِبَةً فَيَرْجِعَ فِيهَا إِلَّا الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ، وَمَثَلُ الَّذِي يُعْطِي الْعَطِيَّةَ، ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَأْكُلُ فَإِذَا شَبِعَ قَاءَ، ثُمَّ عَادَ فِي قَيْئِهِ

Tidak halal bagi seseorang memberikan suatu pemberian atau hibah, lalu ia menarik lagi kecuali bagi bapak kepada anaknya. Dan perumpamaan orang yang memberikan kemudian menarik kembali seperti anjing yang makan, ketika kenyang ia muntahkan lalu ia memakan muntahnya. (Bagaimana Islam Mengatur Harta Gono-gini?)

Menurut Imam Ibrahim Al-Nakha’i, pemberian suami kepada istri, atau sebaliknya, diibaratkan seperti memberi pada kerabatnya sendiri.  Pemberian tersebut sah dan suami tidak boleh menarik dan meminta kembali harta yang telah diberikan kepada istrinya. Meski keduanya bertengkar atau bercerai, suami tidak boleh meminta harta yang telah diberikan pada istrinya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Umdatul Qari Syarha Shahihul Bukhari berikut;

قال إبراهيم إذا وهبت امرأة لزوجها أو وهب الزوج لامرأته فالهبة جائزة وليس لواحد منهما أن يرجع في هبته .ومن طريق أبي حنيفة عن حماد عن إبراهيم الزوج والمرأة بمنزلة ذي الرحم إذا وهب أحدهما لصاحبه لم يكن له أن يرجع

Ibrahim Al-Nakha’i berkata; ‘Ketika istri memberi kepada suaminya atau suami memberi kepada istrinya, maka pemberian antara keduanya boleh, dan salah seorang dari keduanya tidak boleh meminta kembali pemberiannya. Dan dari jalur Abu Hanifah, dari Hammad dari Ibrahim (dia berkata); ‘Suami dan istri seperti kerabat, ketika salah seorang dari keduanya memberi kepada yang lain, maka tidak boleh baginya meminta kembali.

Baca Juga :  Bagaimana Islam Mengatur Pembagian Harta Gono-Gini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here