Hukum Shalat Taraweh di Rumah Selama Pandemi Covid-19?

1
11

BincangSyariah.Com- Bulan Ramadhan tinggal hitungan hari. Seorang muslim berkewajiban berpuasa di  siang hari. Pun disunatkan untuk melakukan shalat taraweh di malam hari. Namun, hingga kini Indonesia dalam keadaan pandemi Covid-19. Muncul kemudian persoalan akibat Covid-19,  bagaimana hukum shalat taraweh di rumah selama pandemi covid-19?

Menurut Dar Ifta Mesir bahwa boleh hukumnya shalat taraweh dirumah. Terlebih pada saat Covid-19. Akan tetapi ketika shalat taraweh di rumah disunatkan untuk melaksanakan shalat taraweh berjamaah. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan ulama Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali.

Lembaga Fatwa Mesir mengatakan;

يجوز للمسلم أن يصلي صلاة التراويح في المنزل، ولكن صلاتها في الجماعة أفضل على المفتى به، وهو مذهب جمهور الفقهاء من الحنفية والشافعية والحنابلة

Artinya; boleh bagi masyarakat Muslim untuk shalat taraweh di rumah. Tetapi sunat hukumnya shalat taraweh berjamaah (baca; meski dirumah). Ini merupakan pendapat mazhab jumhur ulama dari Hanafi, Hanbali, dan Syafi’i.

Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarah al Muhadzab, mengatakan bahwa sunat hukumnya untuk melaksanakan taraweh dengan berjamaah.

Imam Nawawi berkata dalam Majmu’ Syarah al Muhadzab, Jilid 3;  

صَلاةُ التَّرَاوِيحِ سُنَّةٌ بِإِجْمَاعِ الْعُلَمَاءِ,  وَتَجُوزُ مُنْفَرِدًا وَجَمَاعَةً , وَأَيُّهُمَا أَفْضَلُ ؟ فِيهِ وَجْهَانِ مَشْهُورَانِ ، الصَّحِيحُ بِاتِّفَاقِ الأَصْحَابِ أَنَّ الْجَمَاعَةَ أَفْضَلُ . الثَّانِي : الانْفِرَادُ أَفْضَلُ

Arti; Menurut ijma’ ulama shalat taraweh sunat hukum adalah sunat. Boleh melaksanakan taraweh secara berjamaah dan shalat sendiri-sendiri.  Nah manakah yang paling afdal (utama) shalat sendiri atau jamaah? Dalam persoalan ini ada dua pendapat; pertama, menurut pendapat yang kuat bahwa shalat taraweh berjamaah lebih afdal. Kedua, pendapat yang menyebut bahwa shalat sendiri lebih baik.

Menurut Ibnu Qudamah dalam kitab al Mughni, bahwa shalat taraweh berjamaah sunat hukumnya. Selanjutnya Ibn Qudamah menerangkan bahwa Nabi Muhammad sering melaksanakan shalat taraweh di rumah. Pasalnya baginda khawatir manusia mengikutinya dan menganggap itu wajib ketika dilaksanakan terus menerus di masjid.

Ibn Qudamah dalam al Mughni jilid II, halaman 367 mengatakan;

((وإن كان رجل يقتدى به، فصلَّاها في بيته، خفت أن يقتدي الناس به. وقد جاء عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم: ((اقتَدُوا بِالخُلَفَاءِ

Artinya; Jika ada orang yang ingin meniru Nabi shallallahu’alaihiwasallam dengan shalat tarawih di rumah karena alasan khawatir orang-orang mengikutinya, maka terdapat hadis dari Nabi shallallahu’alaihiwasallam bahwa beliau bersabda: ‘teladanilah para Khulafa Ar-Rasyidin‘.

Menurut Imam Ahmad bin Muhammad as- Shawi dalam kitab Hasiyah as Shawi ala Syarh as Shagir,  bahwa shalat taraweh sunat hukumnya dilaksanakan dalam tiga keadaan. Pertama, seorang itu sering melaksanakan shalat taraweh sendirian. kedua, shalat taraweh itu dilakuakan bukan di daerah kawasan tanah haram (Mekah dan Madinah)

حاصله أن ندب فعلها في البيوت مشروط بشروط ثلاثة: أن لا تعطل المساجد، وأن ينشط لفعلها في بيته، وأن يكون غير آفاقي بالحرمين

Artinya; kesimpulannya bahwa hukumnya sunat melaksanakan shalat taraweh di rumah dengan tiga syarat, antara lain; bahwa dia tidak mengganggu masjid, dan bahwa dia aktif/sering melaksanakan taraweh di rumahnya, dan dia tidak berada dalam geografi /kawasan  al haramain (dua tempat suci; Mekah dan Madinah).

Demikian hukum shalat taraweh di rumah pada saat pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat.

(Baca: Menolak Jenazah Covid-19 Menurut Hukum Islam)

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here