Hukum Shalat di Atas Kursi Roda yang Terkena Najis, Apakah Sah?

1
602

BincangSyariah.Com – Bagi seseorang yang tidak mampu melaksanakan shalat fardhu dengan berdiri, maka dia dibolehkan untuk melaksanakannya dengan duduk, termasuk duduk di atas kursi roda. Namun bagaimana hukum shalatnya jika roda pada kursi tersebut terkena najis, apakah sah?

Jika seseorang shalat di atas kursi roda dan bagian rodanya ada yang terkena najis karena habis digunakan untuk jalan-jalan ke tempat najis, maka shalatnya tetap dihukumi sah. Hal ini karena najisnya tidak bersentuhan langsung dengan dirinya.

Kasus seperti ini sama dengan kasus seseorang yang shalat di atas sajadah yang secara keseluruhan suci namun di bagian pinggir atau ujung sajadah tersebut terkena najis. Dalam mazhab Syafii, shalat di atas sajadah yang suci namun bagian pinggirnya ada yang terkena najis tetap shalatnya dihukumi sah.

Atau bisa juga disamakan dengan shalat di atas sajadah yang digelar di atas tempat yang terkena najis, maka shalatnya tetap dihukumi sah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وخرج بقابض وما بعده ما لو جعله المصلي تحت قدمه فلا يضر وإن تحرك بحركته كما لو صلى على بساط مفروش على نجس أو بعضه الذي لا يماسه نجس

“Di luar cakupan dari redaksi ‘Orang yang menggenggam dan seterusnya’ adalah orang yang menjadikan najis itu di bawah kakinya. Kalau begini kasusnya, maka shalatnya tidak masalah sekalipun ia ikut bergerak bersama gerakannya. Hal ini berlaku ketika seseorang shalat di atas hamparan tikar yang digelar di atas benda najis atau di atas sebagian tikar yang tidak tersentuh najis.”

Dengan demikian, shalat yang dilakukan di atas kursi roda yang bagian rodanya terkena najis tetap dihukumi sah. Hal ini karena sebenarnya dia dinilai shalat di tempat yang suci disebabkan najisnya tidak berhubungan langsung dengan dirinya.

Baca Juga :  Melihat Bangkai Nyamuk Menempel di Baju saat Salat, Apakah Salat Sah?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here