Hukum Sesajen dalam Islam, Apakah Termasuk Perbuatan Syirik?

0
3169

BincangSyariah.Com –  Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan sesajen dengan makanan (bunga-bungaan dan sebagainya) yang disajikan kepada orang halus dan sebagainya. Di antara tujuan sesajen adalah untuk memohon pertolongan kepada Allah agar makhluk halus yang berada di sekitar tempat kita tinggal itu tidak mengganggu manusia. Oleh karena itu, ritual menyembelih hewan untuk disedekahkan pada jin atau makhluk halus kerap kita temukan. Bagaimanakah hukumnya dalam Islam? Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Muin berpendapat demikian.

من ذبح تقربا لله تعالى لدفع شر الجن عنه لم يحرم، أو بقصدهم حرم

Orang yang menyembelih sembelihan karena bertujuan mendekatkan diri pada Allah (sebagai wasilah) agar dijauhkan dari kejahatan jin itu tidak haram. Sebaliknya, bila menyembelih sembelihan karena hanya takut pada jin itu haram.

Keterangan Syekh Zainuddin Al-Malibari di atas ini kemudian diperjelas oleh Syekh Sayid Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam I‘anatut Thalibin. Sesajen tidak syirik itu apabila orang yang menyembelih itu yakin bahwa Allah lah yang dapat mencegah bahaya dan gangguan yang dilakukan jin.

Selain itu, sesajen yang hanya diniatkan hanya untuk sesembahan pada jin, bukan bentuk mendekatkan diri pada Allah, itu haram. Bahkan jika seseorang berniat takarub dan mengabdi pada jin, maka tindakannya terbilang kufur, karena hewan sembelihan tersebut dianggap sebagai bangkai.

Bukankah hal tersebut termasuk hal yang mubazir, memberi daging atau tulang hewan pada jin? Suatu saat Rasulullah saw. dimintai bekal makanan oleh sekelompok jin, Rasulullah lalu menjawab demikian.

لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ»

Baca Juga :  Ini Alasan Ahlulkitab itu Bukan Kaum Musyrik

Untuk kalian (golongan jin) segala tulang hewan yang disebut nama Allah (pada saat penyembelihan), yang kalian dapatkan masih banyak dagingnya, dan setiap kotoran binatang adalah makanan untuk binatang kalian (golongan jin). Oleh karenanya janganlah (golongan manusia) beristinjak (cebok) dengan keduanya, sebab keduanya adalah makanan saudara-saudara kalian” (HR Muslim).

Dari hadis ini, kita mengetahui bahwa jin itu memang menyukai tulang-belulang dan daging-dagingan. Oleh karena itu, sedekah yang diberikan pada jin berupa sembelihan hewan itu tidak termasuk hal yang mubazir. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here