Hukum Sedekah kepada Non-Muslim

0
411

BincangSyariah.Com – Dalam Islam dikenal dua istilah dalam perkara sedekah; pertama shadaqah mafrudhah atau sedekah wajib, kedua shadaqah tathawwu’ atau sedekah sunah. Sedekah wajib hanya berbentuk zakat baik zakat harta maupun fitri, sedangkan sedekah sunah meliputi semua bentuk pemberian berupa sedekah biasa, hibah, hadiah dan lain sebagainya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan memberikan sedekah wajib kepada non-muslim. Imam al-Syafi’i dalam kitab Alumm tidak membolehkan memberikan sedekah wajib kepada non-muslim karena non-muslim tidak berhak menerimanya. Sedekah wajib hanya didistribusikan kepada umat Muslim semata. Dalam kitab Alumm Imam al-Syafi’i berkata;

وليس له في الفريضة من الصدقة  حق

Orang musyrik tidak berhak menerima sedekah wajib.”

Pendapat Imam al-Syafi’i ini disepakati kebanyakan ulama. Mereka sepakat bahwa sedekah wajib tidak boleh diberikan kepada non-muslim, baik berupa zakat harta maupun zakat fitri.

Namun sebagian ulama lain, seperti imam Ibnu Sirin dan Al-Zuhri, membolehkan mendistribusikan dan memberikan sedekah wajib kepada non-muslim, baik berupa zakat harta maupun zakat fitri. Adapun imam Abu Hanifah hanya membolehkan memberikan zakat fitri kepada non-muslim, sedangkan zakat harta tidak boleh.

Dalam kitab Almajmu’, Imam al-Nawawi menyebutkan dengan lengkap perbedaan para ulama mengenai masalah ini.

قال ابن المنذر: أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم أن الذمى لا يعطى من زكاة الأموال شيئا، واختلفوا فى زكاة الفطر فجوزها أبو حنيفة، وعن عمرو بن ميمون وغيره أنهم كانوا يعطون منها الرهبان، وقال مالك والليث وأحمد وأبو ثور لا يعطون، ونقل صاحب البيان عن ابن سيرين والزهرى جواز صرف الزكاة إلى الكفار.

Ibnu al-Munzir berkata; ulama telah sepakat bahwa tidak boleh memberikan zakat harta kepada non-muslim. Mereka berselisih dalam zakat fitri, sedangkan Imam Abu Hanifah membolehkan. Hal ini sebagaimana telah dilakukan oleh Amr bin Maimun dan lainnya. Mereka memberikan zakat fitri kepada para pendeta. Imam Malik, al-Laist, Ahmad dan Abu Tsaur mengatakan tidak boleh memberikan zakat fitri kepada non-muslim. Pengarang kitab al-Bayan menukil dari imam Ibnu Sirin dan Al-Zuhri mengenai kebolehan memberikan zakat kepada orang kafir.”

Baca Juga :  Memanggil Non Muslim Dengan Sebutan Kafir

Adapun sedekah sunah baik berupa sedekah biasa, hadiah dan lainnya, imam al-Syafi’i dalam kitab al-Umm membolehkan untuk diberikan kepada non-muslim. Imam al-Syafi’i berkata;

ولا بأس أن يتصدق على المشرك من النافلة

Tidak masalah bersedekah sunah (selain sedekah wajib) kepada orang musyrik.”

Kebolehan ini berdasarkan firman Allah dalam surah Almumtahanah ayat 8;

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak mengusir kalian dari negeri kalian, untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka.

Dalam ayat ini dengan jelas Allah tidak melarang untuk berbuat baik kepada nonmuslim, terutama bagi yang masih memiliki kedekatan kerabat, tetangga, teman atau lainnya. Salah satu bentuk berbuat baik kepada nonmuslim adalah dengan membantu dengan sedekah, tolong-menolong dan berbagai bentuk kebaikan sosial lainnya.

Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari dikisahkan bahwa Asma’ binti Abu Bakar didatangi ibunya yang masih musyrik untuk minta pertolongan kepada Asma’. Kemudian Asma’ bertanya kepada Nabi Saw;

يا رسول الله إن أمي قدمت علي وهي راغبةٌ – تطلب العون –  أفأصلها ؟ قال : نعم صِلِيْها

Wahai Rasulullah! Ibuku datang untuk minta bantuan, bolehkah saya membantunya? Nabi Saw menjawab; Iya, bantulah.

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, para ulama membolehkan berbuat baik dengan bersedekah atau lainnya kepada non-muslim. Tidak ada larangan dan batasan dalam Islam untuk berbuat baik kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang tidak seiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here