Hukum Racun Tikus, Suci Atau Najis?

0
57

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, tikus termasuk hewan yang boleh dibunuh. Selain karena menyebalkan, tikus juga tak jarang merusak barang-barang dalam rumah. Karena itu, tak heran tikus banyak diincar untuk dibasmi, salah satunya dengan menggunakan racun. Namun bagaimana dengan hukum racun tikus itu sendiri, suci atau najis?

Terkait hukum racun tikus, dan juga racun hama lainnya, para ulama berbeda pendapat apakah hal itu dihukumi suci atau najis. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, menurut ulama Syafiiyah, jika bahan racun tersebut terbuat dari tumbuh-tumbuhan, maka dihukumi suci. Namun jika terbuat dari bisa ular atau bisa hewan lainnya, atau terbuat dari barang najis, maka dihukumi najis.

Namun jika tidak diketahui bahan asalnya, apakah terbuat dari barang najis atau terbuat dari barang suci, maka kebanyakan ulama Syafiiyah berpendapat bahwa hal itu dihukumi suci. Hal ini karena asal segala sesuatu adalah suci, dan tidak boleh dihukumi najis kecuali telah jelas dan tampak kenajisannya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fiqh al-‘Ibadat ‘ala Madzhab as-Syafi’i berikut;

الأصل في الأشياء الطهارة ولا يحكم بنجاسة شيء إلا بعد التحقيق

Asal segala sesuatu adalah suci dan tidak boleh menghukumi najis atas sesuatu kecuali telah nyata dan jelas.

Kedua, menurut ulama Hanabilah, semua jenis racun, baik terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang suci atau dari lainnya, maka dihukumi najis. Baik bahan asal racun suci atau najis, jika sudah menjadi racun, maka dihukumi najis. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Masu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

طهارة السم أو نجاسته :اختلفوا في نجاسة السم ، أطلق الحنابلة القول بأن السم نجس ولم يفرقوا بين الجامد وغيره ، ولا بين ما كان من النباتات الطاهرة التي لم تحرم إلا لأضرارها ، وما كان من الحيات والعقارب ، وسائر الهوام ذوات السموم

Baca Juga :  Menghafalkan Alquran atau Memperdalam Fikih, Mana yang Didahulukan?

Kesucian racun atau kenajisannya. Para ulama berbeda pendapat terkait kenajisan racun. Ulama Hanabilah memutlakkan bahwa semua jenis racun hukumnya najis, dan mereka tidak membedakan apakah racun itu padat atau cair, juga tidak membedakan apakah terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang suci yang tidak haram kecuali karena membahayakan atau terbuat dari ular dan kalajengking dan semua jenis hewan berbisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here