Hukum Prank dalam Islam

0
589

BincangSyariah.Com –Prank adalah salah satu istilah yang mulai naik daun pada tahun ini. Awalnya prank hanya dikenal dalam dunia Youtube, namun makin ke sini istilah prank banyak dihadirkan dalam dunia nyata sehari-hari. Prank adalah sebuah tindakan yang bertujuan hanya untuk menguji sikap seseorang atau sekadar menjahili dan mengisi waktu saja.

Mungkin awalnya hanya sekedar menghibur atau mencari sensasi, tapi sekarang prank bisa dijadikan sebuah profesi yang bisa dijadikan sumber keuangan youtuber. Tak salah jika banyak yang berminat menekuninya.

Lantas bagaimanakah pandangan Islam terhadap fenomena tersebut? Jenis prank yang dilakukan untuk mengundang tawa dan menghibur orang lain adalah boleh-boleh saja. Atau prank yang didesain untuk membantu orang lain dengan menyamar agar tidak ketahuan identitas aslinya juga tidak bermasalah. Justru prank sejenis itu bisa berbuah amal kebaikan karena menghilangkan kesusahan orang lain dan membuatnya bahagia. Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya.

Namun yang menjadi masalah adalah prank yang menimbulkan keresahan atau rasa tidak nyaman pada orang lainnya. Prank jenis ini yang tidak diperkenankan dalam ajaran Islam. Sebagaimana Rasulullah pernah melarang sahabat ketika mereka jahil kepada salah satu orang yang tertidur, di mana sebagian mereka menggendongnya ke atas bukit dan langsung membangunkannya. Sontak membuatnya kaget dan yang lain menertawakannya. Melihat kejadian tersebut, Nabi bersabda:

Baca Juga :  Cara Jitu Untuk Mudah Bersyukur

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain 

Dengan demikian prank yang dapat menimbulkan keresahan atau sesuatu yang tidak diinginkan dan mengganggu orang lain sebaiknya tidak dilakukan. Masih banyak cara lain yang lebih kreatif jika ingin menghibur orang lain atau sekedar membuat konten dalam youtube. Begitu pula dengan aksi prank yang berisikan sesuatu yang mengundang tawa, namun melewati batas.  Semisal ngeprank dengan mengambil hak milik orang lain. Tujuannya memang bercanda, namun Rasulullah melarangnya. Beliau bersabda:

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا

Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here