Hukum Pinjam Sandal Orang Lain Tanpa Izin

1
12

BincangSyariah.Com – Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kita memakai sandal atau pinjam sandal teman tanpa izin terlebih dahulu. Sebenarnya, bagaimana hukum pinjam sandal orang lain tanpa izin terdahulu, apakah boleh?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa memakai dan meminjam barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya, termasuk pinjam sandal orang lain tanpa izin, disebut dengan ghasab. Menurut para ulama, ghasab ini hukumnya adalah haram, tidak boleh dilalakukan.

Bahkan sebagian ulama menilai ghasab ini termasuk perbuatan dosa besar karena telah menguasai dan memakai barang milik orang lain dengan batil. Ini sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 188 berikut;

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan jalan yang batil dan (janganlah) kalian membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kalian dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, adahal kalian mengetahui.

Para ulama telah membuat kaidah khsusus mengenai keharaman memakai barang milik orang tanpa seizin pemiliknya. Kaidah ini, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mufashshal fi Al-Qawaid Al-Fiqhiyah, berbunyi sebagai berikut;

لا يجوز لأحد أن يتصرف في ملك الغير بلا إذن

Tidak boleh seseorang memanfaatkan kepemilikian orang lain tanpa izinnya.

Adapun dalil yang dijadikan dasar keharaman memakai milik orang lain, termasuk sandal, tanpa seizin pemiliknya, adalah hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa Nabi Saw bersabda;

لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

Artinya:

Tidak halal harta seseorang kecuali dengan ridha pemiliknya.

Juga hadis riwayat Imam Abu Daud dari Yazid bin Abdullah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

لا يأخذ أحدكم متاع أخيه لاعبا أو جادا، فإذا أخذ أحدكم عصا أخيه فليردها

Artinya:

Janganlah di antara kalian mengambil barang milik saudaranya, baik secara main-main atau sungguh-sungguh. Apabila salah satu dari kalian mengambil tongkat milik saudaranya, maka hendaklah ia mengembalikannya.

Kedua hadis ini dijadikan dasar oleh para ulama mengenai keharaman meminjam dan memakai barang milik orang lain tanpa izin. Oleh karena itu, prilaku meminjam sandal atau barang lainnya tanpa izin pemiliknya ini harus segera kita tinggalkan. Ketika kita hendak meminjam sandal, maka wajib kita minta izin terlebih dahulu. Jika diizinkan oleh pemiliknya, maka kita boleh pakai. Jika tidak diizinkan, maka tidak boleh kita pakai.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here