Hukum Orang Junub Mengumandangkan Adzan

0
24

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah kesempatan, penulis pernah ditanya oleh seseorang mengenai hukum mengumandangkan adzan dalam keadaan junub atau hukum orang junub mengumandangkan adzan.

Apakah orang junub boleh mengumandangkan adzan, atau jika mengumandangkan adzan dia berdosa?

Menurut sebagian ulama, mengumandangkan adzan dalam keadaan hadas besar atau orang junub mengumandangkan adzan, seperti dalam keadaan junub, hukumnya boleh dan sah.

Hanya saja, meski boleh dan sah, namun hal itu dinilai makruh. Hal ini karena adzan termasuk zikir yang sangat dianjurkan sekali untuk dikumandangkan dalam keadaan seseorang sedang suci dari hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

يُسْتَحَبُّ أَنْ يَكُونَ الْمُؤَذِّنُ طَاهِرًا مِنَ الْحَدَثِ الأْصْغَرِ وَالأْكْبَرِ؛ لأِنَّ الأْذَانَ ذِكْرٌ مُعَظَّمٌ، فَالإْتْيَانُ بِهِ مَعَ الطَّهَارَةِ أَقْرَبُ إِلَى التَّعْظِيمِ، وَلِحَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا: لاَ يُؤَذِّنُ إِلاَّ مُتَوَضِّئٌ وَيَجُوزُ أَذَانُ الْمُحْدِثِ مَعَ الْكَرَاهَةِ بِالنِّسْبَةِ لِلْحَدَثِ الأْكْبَرِ عِنْدَ جَمِيعِ الْفُقَهَاءِ، وَعِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ بِالنِّسْبَةِ لِلْحَدَثِ الأْصْغَرِ كَذَلِكَ

Dianjurkan bagi muadzin dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun hadas besar. Hal ini karena adzan merupakan zikir yang agung, maka mengumandangkan adzan dalam keadaan adzan lebih dekat terhadap pengagungan. Juga karena ada hadis yang bersumber dari Abu Hurairah: Hendaknya tidak adzan kecuali orang yang memiliki wudhu. Dan boleh orang yang dalam keadaan hadas mengumandangkan adzan, namun makruh untuk hadas besar menurut semua ulama fiqih, dan menurut ulama Malikiyah dan Syafiiyah, makruh juga untuk hadas kecil.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

في مذاهب العلماء في الاذان بغير طهارة: قذ ذكرنا أن مذهبنا أن اذان الجنب والمحدث واقامتهما صحيحان مع الكراهة

Pendapat para ulama terkait adzan dalam keadaan tidak suci: Kami telah menyebutkan bahwa sesungguhnya pendapat kami (Syafiiyah) bahwa adzan dan iqamahnya orang yang junub dan orang yang berhadas sah, namun makruh.

Sementara menurut sebagian ulama yang lain, seperti Imam ‘Atha’, Al-Auza’i, orang yang sedang dalam keadaan hadas besar, seperti sedang junub, tidak boleh mengumandangkan adzan. Jika mengumandangkan adzan, maka adzannya tidak sah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

وقالت طائفة لا يصح أذانه ولا إقامته منهم عطاء ومجاهد والأوزاعي وإسحاق

Segolongan ulama berpendapat bahwa tidak sah adzannya orang yang junub beserta iqamahnya, di antaranya adalah Atha’, Mujahid, Al-Auza’i, dan Ishaq.

Demikian artikel tentang hukum orang junub mengumandangkan adzan. Semoga bermanfaat.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here