Hukum Non Muslim Meruqyah Orang Muslim

0
720

BincangSyariah.Com – Ruqyah adalah pengobatan dengan cara membaca ayat-ayat al-Quran, asma Allah, zikir dan doa yang telah diajarkan oleh Nabi Saw atau para ulama. Dalam Islam, ruqyah hukumnya boleh sangat dianjurkan, bahkan orang Muslim boleh meruqyah non Muslim dengan Alq16uran atau lainnya. Namun bagaimana jika non Muslim yang meruqyah orang Muslim, apakah diperbolehkan?

Terdapat perbedaan ulama terkait kebolehan non Muslim meruqyah orang Muslim. Namun ulama Hanafiyah dan Syafi’iyan berpendapat bahwa non Muslim boleh meruqyah orang Muslim dengan kalimat zikir dan asma Allah. Jika meruqyah selain dengan kalimat zikir, asma Allah, maka hukumnya tidak boleh.

Salah satu dalil yang dijadikan dasar keboleh non Muslim meruqyah orang Muslim adalah hadis yang diriwayatkan Imam Malik dalam kitab al-Muwattha’ berikut;

ﺃﻥّ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻫﻲ ﺗﺸﺘﻜﻲ ، ﻭﻳﻬﻮﺩﻳّﺔ ﺗﺮﻗﻴﻬﺎ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ : ﺍﺭﻗﻴﻬﺎ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ .

“Sesungguhnya Sayidina Abu Bakar pernah mendatangi Sayidah Aisyah yang sedang sakit dan perempuan Yahudi sedang meruqyahnya. Lantas Sayidina Abu Bakar berkata, ‘Ruqyahlah dengan menggunakan kitabullah.”

Berdasarkan hadis ini, Imam Syafi’i dengan tegas membolehkan non Muslim meruqyah orang Muslim asalkan menggunakan kalimat zikir, asma Allah. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab al-Umm berikut;

قال الربيع: ﺳﺄﻟﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺮﻗﻴﺔ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺮﻗﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ : ﺃﻳﺮﻗﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻧﻌﻢ ﺇﺫﺍ ﺭﻗﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ

“Imam Rabi’ berkata, ‘Saya bertanya kepada Imam Syafii tentang ruqyah.’ Beliau menjawab, ‘Tidak masalah seseorang meruqyah dengan kitab Allah dan sesuatu yang sudah diketahui sebagai zikirullah.’ Saya bertanya, ‘Apakah boleh ahlu kitab meruqyah kaum Muslim?’ Beliau menjawab, ‘Iya boleh jika mereka meruqyah dengan sesuatu yang diketahui sebagai kitab Allah atau zikirullah.’”

Adapun meruqyah dengan selain ayat-ayat Alquran, selain zikrullah, maka hukumnya tidak boleh, baik yang meruqyah adalah orang Muslim maupun non Muslim. Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi mengutip perkataan Imam al-Maziri berikut;

Baca Juga :  Delapan Tips dari Imam Ghazali Agar Mudah Bangun Malam

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﺯﺭﻱ : ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺮﻗﻰ ﺟﺎﺋﺰﺓ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺃﻭ ﺑﺬﻛﺮﻩ ، ﻭﻣﻨﻬﻲ ﻋﻨﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺠﻤﻴﺔ ، ﺃﻭ ﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺪﺭﻯ ﻣﻌﻨﺎﻩ ، ﻟﺠﻮﺍﺯ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻛﻔﺮ

“Imam al-Maziri berkata, ‘Semua bentuk ruqyah adalah boleh jika menggunakan kitabullah atau zikrullah, dan dilarang jika menggunakan bahasa ajami (selain bahasa Arab) atau dengan bahasa yang tidak diketahui maknanya, karena kemungkinan mengandung kekufuran.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here