Hukum Non-Muslim Mengucapkan Salam

0
1056

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak dari kalangan orang-orang muslim yang berkawan dengan orang-orang non-muslim. Terkadang mereka menjalin perkawanan begitu akrab sehingga saling berkunjung dan silaturrahmi. Ketika berjumpa, terkadang non-muslim tidak canggung untuk mengucapkan salam pada kawannya yang muslim. Sebenarnya, bagaimana hukum non-muslim mengucapkan salam, apakah boleh dalam Islam?

Dalam Islam, non-muslim mengucapkan hukumnya diperbolehkan, tidak masalah. Islam tidak melarang non-muslim untuk mengucapkan salam. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pada zaman Nabi Saw, banyak dari kalangan non-muslim yang mengucapkan salam pada Nabi Saw, dan beliau tidak melarangnya. (Baca: Hukum Menjawab Salam dari Non-Muslim)

Bahkan Nabi Saw menyuruh kepada para sahabatnya agar menjawab salam dari non-muslim. Ini menunjukkan bahwa ucapan salam dari non-muslim dianggap sah dalam Islam sehingga perlu untuk dijawab dan direspon dengan baik.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

اذَا سَلَّم عَلَيْكُمْ أهْلُ الكِتَابِ؛ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُمْ

Jika ahlul kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum.

Dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir, Imam Al-Mawardi menyebutkan bahwa jika non-muslim mengucapkan salam, maka hukumnya wajib untuk dijawab. Ada dua bentuk jawaban terhadap ucapan salam non-muslim.

Pertama, dijawab dengan dengan  kalimat ‘Wa ‘alaikas salam atau wa ‘alaikum salam.’ Ini jawaban salam paling sempurna untuk menjawab salam dari non-muslim dan tidak perlu ditambah dengan kalimat ‘Wa rohmatullahi wa barokatuhu.’

Kedua, cukup dijawab dengan kalimat ‘Wa ‘alaikum’ saja, tanpa tambahan kalimat ‘Assalam’ dan lainnya.

Imam Al-Mawardi berkata dalam kitab Al-Hawi sebagai berikut;

وَإِنْ كَانَ السَّلَامُ بَيْنَ مُسْلِمٍ وَكَافِرٍ فَضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَكُونَ الْكَافِرُ مُبْتَدِئًا بِالسَّلَامِ فَيَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ سَلَامِهِ ، وَفِي صِفَةِ رَدِّهِ وَجْهَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَرُدَّ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُ فَيَقُولُ : وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَلَا يَزِيدُ عَلَيْهِ  وَرَحْمَةُ اللَّهِ و بَرَكَاتُهُ .وَالْوَجْهُ الثَّانِي : أَنْ يَقْتَصِرَ فِي رَدِّهِ عَلَيْهِ بِقَوْلِهِ وَعَلَيْكَ

Baca Juga :  Tafsir: Riya, Ciri-Ciri Shalat Orang Munafik (2)

Jika salam dilakukan antara orang muslim dan non-muslim, maka ada dua bentuk. Pertama, non-muslim memulai salam terlebih dulu, maka wajib bagi orang muslim menjawab salamnya. Dan cara menjawabnya ada dua model. Pertama, orang muslim menjawab dengan mengucapkan kalimat ‘Wa ‘alaikas salam’ dan tidak boleh ditambah dengan kalimat ‘Wa rohmatullahi wa barokatuhu.’ Model kedua, cukup menjawab dengan kalimat ‘Wa ‘alaika.’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here