Hukum Non-Muslim Mengucapkan Astaghfirullah

0
1206

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, astaghfirullah diucapkan oleh orang-orang muslim sebagai bentuk pertaubatan dari dosa. Namun adakalanya kalimat ini diucapkan karena kejadian tertentu, seperti karena terjadi musibah, karena sedih, karena kaget dan lainnya. Tak heran, ada sebagian non-muslim yang mengikuti orang-orang muslim dalam hal yang terakhir ini. Mereka mengucapkan astaghfirullah ketika terjadi musibah. Sebenarnya, bagaimana hukum non-muslim mengucapkan astaghfirullah, apakah boleh?

Dalam Islam, non-muslim tidak dilarang untuk mengucapkan kalimat-kalimat dzikir yang biasa diucapkan oleh orang-orang muslim, seperti mengucapkan salam, mengucapkan alhamdulillah, atau mengucapkan astaghfirullah, subhanallah, dan kalimat dzikir lainnya. Baik mereka mengucapkan murni karena hendak berdzikir kepada Allah atau karena mengikuti kebiasaan orang-orang muslim semata.

Selama yang diucapkan oleh non-muslim adalah kalimat-kalimat yang memuji Allah, atau kalimat-kalimat dzikir, maka mereka boleh mengucapkannya, termasuk mengucapkan astaghfirullah.

Bahkan sebagian ulama membolehkan non-muslim mengobati orang-orang muslim dengan ayat-ayat Al-Quran dan kalimat-kalimat dzikir kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa non-muslim boleh membaca Al-Quran dan kalimat-kalimat dzikir tertentu, baik untuk tujuan belajar, untuk pengobatan atau untuk tujuan lainnya.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Al-Umm berikut;

قال الربيع: ﺳﺄﻟﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺮﻗﻴﺔ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺮﻗﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ : ﺃﻳﺮﻗﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻧﻌﻢ ﺇﺫﺍ ﺭﻗﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ

Imam Rabi’ berkata, ‘Saya bertanya kepada Imam Syafii tentang ruqyah.’ Beliau menjawab, ‘Tidak masalah seseorang meruqyah dengan kitab Allah dan sesuatu yang sudah diketahui sebagai dzikirullah.’ Saya bertanya, ‘Apakah boleh ahlu kitab meruqyah kaum muslim?’ Beliau menjawab, ‘Iya boleh jika mereka meruqyah dengan sesuatu yang diketahui sebagai kitab Allah atau dzikirullah.

Selain itu, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar pernah menyuruh orang Yahudi agar meruqyah Sayidah Aisyah dengan kalimat-kalimat zikir yang ada dalam kitabullah. Ini menjadi dasar bahwa non-muslim boleh membaca kalimat-kalimat zikir yang ada dalam Al-Quran, tentunya termasuk kalimat dzikir adalah kalimat istighfar.

Baca Juga :  Menagih Hutang Bisa Menyelamatkan Orang Lain, Ini Penjelasannya dalam Islam

Riwayat dimaksud diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’ berikut;

ﺃﻥّ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻫﻲ ﺗﺸﺘﻜﻲ ، ﻭﻳﻬﻮﺩﻳّﺔ ﺗﺮﻗﻴﻬﺎ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ : ﺍﺭﻗﻴﻬﺎ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ .

Sesungguhnya Sayidina Abu Bakar pernah mendatangi Sayidah Aisyah yang sedang sakit dan perempuan Yahudi sedang meruqyahnya. Lantas Sayidina Abu Bakar berkata; ‘Ruqyahlah dengan menggunakan kitabullah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here