Hukum Non-Muslim Mengucapkan Alhamdulillah

0
326

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa kalimat hamdalah atau alhamdulillah selalu diucapkan oleh orang-orang muslim. Kalimat ini dianjurkan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah, terutama ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari musibah. Namun demikian, terdapat sebagian non-muslim yang mengucapkan kalimat hamdalah ini. Sebenarnya, bagaimana hukum non-muslim mengucapkan alhamdulillah?

Dalam Islam, non-muslim mengucapkan kalimat hamdalah atau alhamdulillah hukumnya diperbolehkan, tidak masalah. Islam tidak melarang non-muslim untuk mengucapkan kalimat hamdalah, baik dia mengucapkan memang murni sebagai bentuk rasa syukur atau mengucapkan karena hanya mengikuti kebiasaan orang-orang muslim semata.

Di antara dalil yang menjadi dasar kebolehan non-muslim mengucapkan kalimat hamdalah adalah hadis riwayat Imam Abu Daud berikut;

عن أَبِي مُوسَى الأْشْعَرِيِّ قَال: كَانَتِ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَاءَ أَنْ يَقُول يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ، فَكَانَ يَقُول: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata; Pernah orang-orang Yahudi pura-pura bersin di hadapan Nabi Saw dengan harapan beliau mengucapkan ‘yarhamukumullah’ kepada mereka. Namun beliau hanya mengucapkan ‘Yahdikumullah wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberi hidayah pada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)’.

Dalam hadis ini disebutkan bahwa orang-orang Yahudi pura-pura bersin dan mengucapkan alhamdulillah dengan harapan mendapatkan doa rahmat dari Nabi Saw, namun beliau hanya mendoakan agar mereka mendapatkan hidayah dan kebaikan. Ketika mereka mengucapkan alhamdulillah setelah bersin, Nabi Saw tidak melarangnya. Ini menunjukkan bahwa non-muslim tidak masalah mengucapkan kalimat hamdalah, baik setelah bersin atau lainnya.

Ini diperjelas dengan keterangan yang terdapat dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

لَوْ عَطَسَ كَافِرٌ وَحَمِدَ اللَّهَ عُقَيْبَ عُطَاسِهِ وَسَمِعَهُ مُسْلِمٌ كَانَ عَلَيْهِ أَنْ يُشَمِّتَهُ بِقَوْلِهِ: هَدَاكَ اللَّهُ أَوْ عَافَاكَ اللَّهُ، فَقَدْ أَخْرَجَ أَبُو دَاوُدَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي مُوسَى الأْشْعَرِيِّ قَال: كَانَتِ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَاءَ أَنْ يَقُول يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ، فَكَانَ يَقُول: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Baca Juga :  Hasud Dapat Merusak Iman

Jika ada non-muslim bersin, lalu kemudian mengucapkan alhamdulillah setelah bersin, dan didengar oleh orang muslim, maka orang muslim tersebut harus membalasnya dengan ucapan hadakallah atau ‘aafakallah (semoga Allah memberimu hidayah atau semoga Allah menyehatkanmu). Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata; Pernah orang-orang Yahudi pura-pura bersin di hadapan Nabi Saw dengan harapan beliau mengucapkan ‘Yarhamukumullah’ kepada mereka. Namun beliau hanya mengucapkan ‘Yahdikumullah wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberi hidayah pada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here