Hukum Non-Muslim Ikut Membaca Shalawat

0
575

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak dijumpai non-muslim ikut melantunkan shalawat kepada Nabi Saw, terutama ketika mereka ikut terlibat acara tertentu dengan orang-orang muslim. Bahkan pernah ada seorang musisi yang menyanyikan lagu pujian dan shalawat kepada Nabi Saw. Sebenarnya, bagaimana hukum non-muslim ikut membaca shalawat kepada Nabi Saw?

Ketika ada orang non-muslim ikut-ikutan mendengarkan atau membaca shalawat, atau sekedar meniru-niru membaca shalawat, baik dalam sebuah acara atau lainnya, maka hal itu dibiarkan saja, tidak perlu dilarang.

Hal ini karena dalam Islam, non-muslim tidak dilarang untuk sekedar ikut-ikutan mendengarkan Al-Quran, adzan. Karena itu juga tidak dilarang untuk ikut-ikutan dan meniru membaca shalawat kepada Nabi Saw.

Kebolehan non-muslim ikut-ikutan dan meniru membaca shalawat ini disamakan dengan kebolehan non-muslim ikut-ikutan dan meniru melantunkan adzan. Para ulama tidak melarang non-muslim untuk meniru melantunkan adzan. Dalam kitab Al-Bayan fi Madzhabil Imam Al-Syafii disebutkan sebagai berikut,

وقد كان أبو محذورة، وأبو سامعة مؤذنين قبل إسلامهما، على سبيل الحكاية

Abu Mahdzurah dan Abu Samiah sudah terbiasa mengumandashngkan adzan sebelum masuk Islam karena meniru.

Abu Mahzurah dan Abu Samiah sudah terbiasa mengumandangkan adzan sebelum mereka masuk Islam karena meniru adzan yang dikumandangkan kaum muslim. Ini menunjukkan kebolehan non-muslim ikut-ikutan dan meniru serta belajar adzan, terutama jika mereka diharapkan masuk dan tertarik pada Islam.

Selain itu, dalam Islam non-muslim tidak dilarang untuk mengucapkan kalimat-kalimat dzikir yang biasa diucapkan oleh orang-orang muslim, seperti mengucapkan salam, mengucapkan alhamdulillah, atau mengucapkan astaghfirullah, subhanallah, dan kalimat dzikir lainnya. Baik mereka mengucapkan murni karena hendak berdzikir kepada Allah atau karena mengikuti kebiasaan orang-orang muslim semata.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Siapa Yang Paling Beruntung Hidupnya?

Selama yang diucapkan oleh non-muslim adalah kalimat-kalimat yang memuji Allah, atau memuji Nabi Saw, atau kalimat-kalimat dzikir, maka mereka boleh mengucapkannya.

Dalam kitab Al-Umm disebutkan sebagai berikut;

قال الربيع: ﺳﺄﻟﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺮﻗﻴﺔ ﻓﻘﺎﻝ : ﻻ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﺮﻗﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ : ﺃﻳﺮﻗﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻧﻌﻢ ﺇﺫﺍ ﺭﻗﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ

Imam Rabi’ berkata; Saya bertanya kepada Imam Syafii tentang ruqyah.’ Beliau menjawab, ‘Tidak masalah seseorang meruqyah dengan kitab Allah dan sesuatu yang sudah diketahui sebagai dzikirullah.’ Saya bertanya, ‘Apakah boleh ahlu kitab meruqyah kaum muslim?’ Beliau menjawab, ‘Iya boleh jika mereka meruqyah dengan sesuatu yang diketahui sebagai kitab Allah atau dzikirullah.

Ini menunjukkan bahwa non-muslim boleh membaca Al-Quran dan kalimat-kalimat dzikir tertentu seperti shalawat, baik untuk tujuan belajar, untuk pengobatan atau untuk tujuan lainnya, atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang-orang muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here