Hukum Muntahan Kucing, Suci Atau Najis?

1
1125

BincangSyariah.Com – Kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai bahkan hidup bersama kita. Tak jarang kita jumpai sebuah keluarga atau orang tertentu yang memang sengaja memelihara kucing, dikasih makan dan minum sebagaimana layaknya hewan peliharaan biasa. Karena itu, kucing tak jarang kencing di lantai, bahkan juga muntah. Bagaimana hukum muntahan kucing, suci atau najis? (Baca: Hukum Membawa Kucing ke dalam Masjid, Apakah Boleh?)

Menurut para ulama, semua jenis muntah dihukumi najis, baik dari manusia maupun dari hewan. Hal ini karena muntah statusnya sama dengan kotoran, karena ia sudah menetap di lambung. Ini sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

القيء نجس لأنه طعام استحال في الجوف إلى الفساد فأشبه الغائط

Muntah dihukumi najis karena ia merupakan makanan yang menetap di bagian dalam sehingga mau rusak. Karena itu, ia menyerupai kotoran.

Bahkan dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi mengatakan bahwa semua ulama sepakat mengenai kenajisan muntah, baik dari manusia maupun dari hewan, seperti kucing dan lainnya. Baik makanan atau cairan yang dimuntahkan sudah berubah bentuk dan warnanya maupun belum berubah, semuanya dihukumi najis.

Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

وهذا الذي ذكره من نجاسة القيء متفق عليه ، وسواء فيه قيء الآدمي وغيره من الحيوانات صرح به البغوي وغيره وسواء خرج القيء متغيراً أو غير متغير

Apa yang disebutkan oleh mushannif mengenai kenajisan muntah sudah disepakati oleh para ulama, baik berupa muntah manusia maupun hewan. Ini ditegaskan oleh Imam Al-Baghawi dan lainnya. Juga sama saja muntah tersebut sudah berubah maupun belum berubah.

Di antara dalil yang dijadikan dasar kenajisan muntahan hewan oleh para ulama adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi Saw bersabda;

Baca Juga :  Siasat Umar Bin Abdul Aziz Membersihkan Caci Maki di Mimbar Khotbah

الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِه

Orang yang meminta kembali hadiahnya seperti hewan muntah lalu menelan muntahannya sendiri.

Berdasarkan keterangan di atas, dapat diketahui bahwa muntahan kucing dan hewan lainnya dihukumi najis. Karena itu, jika ada kucing muntah, maka muntahannya wajib disucikan sebagaimana menyucikan kencing dan kotorannya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here