Hukum Minum saat Khutbah Jumat

0
687

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bersama bahwa pada saat khutbah Jumat, kita tidak diperkenankan untuk berbicara. Kita dituntut untuk mendengar khutbah yang disampaikan khatib dengan saksama. Bahkan menegur orang lain hingga mengeluarkan suara pun tidak boleh. Jika sampai mengeluarkan kata-kata, maka Jumat yang kita lakukan sia-sia atau tidak mendapat pahala. Namun bagaimana hukum minum saat khutbah Jumat berlangsung, apakah dilarang juga?

Para ulama berbeda pendapat terkait hukum minum saat khutbah Jumat berlangsung. Imam Syafii, Thawus dan Mujahid membolehkan minum saat khutbah Jumat, baik karena haus, hanya sekedar ingin minum, agar terasa lebih dingin atau lainnya. Kebolehan minum ini berlaku pada khatib atau jamaah.

Sementara ulama Syafiiyah mengatakan bahwa minum saat khutbah hukumnya boleh jika karena haus. Namun jika karena ingin minum saja tanpa ada kebutuhan tertentu, maka hukumnya makruh. Meskipun makruh, namun tidak sampai membatalkan salat Jumat.

Di sisi lain, Imam Malik, Imam Ahmad dan Alauza’i melarang minum saat khutbah. Bahkan Alaza’i mengatakan bahwa minum saat khutbah dapat membatalkan salat Jumat. Salat Jumat tidak sah jika pada saat khutbah kita sambil minum, baik karena haus atau lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu berikut;

يستحب للقوم ان يقبلوا على الخطيب مستمعين ولا يشتغلوا بغيره حتى قال اصحابنا يكره لهم شرب الماء للتلذذ ولا بأس يشربه للعطش للقوم والخطيب  هذا مذهبنا قال ابن المنذر رخص في الشرب طاوس ومجاهد والشافعي ونهي عنه مالك والاوزاعي واحمد وقال الاوزاعي تبطل الجمعة إذا شرب والامام يخطب

“Disunnahkan bagi jamaah untuk menghadap pada khatib dan mendengarkannya dan jangan menyibukkan diri dengan lainnya sehingga ulama kami (ulama Syafiiyah) berpendapat bahwa makruh bagi mereka minum air untuk kenikmatan. Namun  tidak masalah jika minum air karena haus, baik bagi khatib bagi jamaah maupun khatib sendiri. Ini adalah pendapat kami (ulama Syafiiyah). Ibnul munzir berkata bahwa Imam Thawus, Mujahid dan Imam Syafii memberi keringanan tentang masalah minum. Sedangkan Imam Malik, Alauza’i dan Imam Ahmad melarang minum. Imam Alauza’i berkata bahwa Jumat hukumnya jika minum ketika imam sedang dalam keadaan khutbah.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here