Hukum Merokok pada Siang Ramadan

0
473

BincangSyariah.Com – Selain siang hari bulan Ramadan, pada dasarnya merokok hukumnya halal dan boleh. Merokok bisa haram atau makruh dilihat dari efek yang ditimbulkan. Apabila merokok dapat membawa mudarat dan membahayakan tubuh dan akal, maka hukumnya haram. Apabila bahaya yang ditimbulkan relatif sedikit dan tidak membahayakan, maka hukumnya makruh.

Bahkan bisa saja merokok hukumnya sunah apabila dapat menjadi obat dan membuat seseorang semangat dalam bekerja dan beribadah. Dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin,  Syaikh Abdurrahman ibn Muhammad ibn Husain menjelaskan dengan rinci mengenai hukum merokok ini. Beliau berkata:

لم يرد في التنباك حديث عنه ولا أثر عن أحد من السلف، ……. والذي يظهر أنه إن عرض له ما يحرمه بالنسبة لمن يضره في عقله أو بدنه فحرام، كما يحرم العسل على المحرور والطين لمن يضره، وقد يعرض له ما يبيحه بل يصيره مسنوناً، كما إذا استعمل للتداوي بقول ثقة أو تجربة نفسه بأنه دواء للعلة التي شرب لها، كالتداوي بالنجاسة غير صرف الخمر، وحيث خلا عن تلك العوارض فهو مكروه، إذ الخلاف القوي في الحرمة يفيد الكراهة

Tidak ada hadis mengenai tembakau dan tidak ada atsar (ucapan dan tindakan) dari seorang pun di antara para shahabat Nabi Saw. … Jelasnya, jika terdapat unsur-unsur yang membawa mudarat bagi seseorang pada akal atau badannya, maka hukumnya adalah haram sebagaimana madu itu haram bagi orang yang sedang sakit demam, dan lumpur itu haram bila membawa mudarat bagi seseorang.

Namun kadangkala terdapat unsur-unsur yang mubah tetapi berubah menjadi sunah sebagaimana bila sesuatu yang mubah itu dimaksudkan untuk pengobatan berdasarkan keterangan terpercaya atau pengalaman dirinya bahwa sesuatu itu dapat menjadi obat untuk penyakit yang diderita sebagaimana berobat dengan benda najis selain khamr.

Sekiranya terbebas dari unsur-unsur haram dan mubah, maka hukumnya makruh karena bila terdapat unsur-unsur yang bertolak belakang dengan unsur-unsur haram itu dapat dipahami makruh hukumnya.

Baca Juga :  Apakah Marah Membatalkan Puasa?

Namun demikian, lepas dari perbedaan tentang hukum merokok tersebut, seluruh ulama sepakat bahwa menghisap rokok apabila dilakukan pada siang hari bulan Ramadan, maka dapat membatalkan puasa. Jika merokok di siang hari bulan Ramadan tersebut dilakukan dengan sengaja tanpa udzur syar’i, maka hukumnya haram dan wajib mengganti puasa di hari yang lain di luar bulan Ramadan.

Pada bab Syurutus Shaum, Syaikh Abdurrahman ibn Muhammad ibn Husain dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin mengatakan bahwa merokok dapat membatalkan puasa.

لاَ يَضُرُّ وُصُوْلُ الرِّيْحِ بِالشَّمِّ وَكَذَا مِنَ الْفَمِّ كَرَاءِحَةِ الْبُخُوْرِ أَوْ غَيْرِهِ اِلَى الْجَوْفِ وَاِنْ تَعَمَّدَهُ لِأَنَّهُ لَيْسَ عَيْناً وَخَرَجَ بِهِ ماَ فِيْهِ عَيْنٌ كَرَاءِحَةِ النُتْنِ يَعْنِى اَلتَّنْباَكُ لَعَنَ اللهُ مِنْ أَحَدِثِهِ لِأَنَّهُ مِنَ اْلبِدْعِ اْلقَبِيْحَةِ فَيَفْطُرُ بِهِ

Tidak membatalkan puasa sampainya angin dengan indra pencium, begitu juga menghirup angin atau asap melalui mulut (tidak membatalkan puasa) walaupun disengaja, karena bukan merupakan ain (benda), dikecualikan hal yang ada ain-nya seperti asap rokok (tembakau) yang dapat membatalkan puasa karena termasuk kategori memasukkan ain (nikotin) dan juga termasuk bid’ah yang buruk.”

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here