Hukum Merokok di dalam Masjid

1
1688

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, hukum asal merokok masih diperselisihkan di kalangan para ulama. Sebagian ulama mengatakan haram, sebagian mengatakan makruh dan sebagian lain mengatakan mubah atau boleh. Meski hukum asal ini diperselisihkan, namun para ulama sepakat bahwa merokok di dalam masjid hukumnya tidak boleh atau la yajuz.

Hal ini karena merokok di dalam masjid akan rentan terjadi iza’ atau menyakiti dan mengganggu jamaah lain yang hendak beribadah. Selain itu, juga rentan mengotori masjid dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan jamaah yang hendak beribadah dan juga mengganggu para malaikat.

Sebagai tempat beribadah dan mengingat Allah, masjid harus dijauhkan dari segala jenis kotoran dan bau tak sedap, termasuk dari bau rokok. Bahkan Nabi Saw. melarang para sahabat yang baru selesai makan bawang merah, bawang putih dan daun bawang untuk mendekati masjid. Hal ini karena bau tak sedap akibat makan bawang tersebut bukan hanya menyakiti jamaah lain, namun juga menyakiti para malaikat.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

“Siapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta daun bawang, hendaknya jangan mendekati masjid kami. Sesungguhnya malaikat terganggu sebagaimana anak Adam merasa terganggu.”

Disebutkan dalam kitab Almausu’ah Alfiqhiyah Alkuwaitiyah, bahwa melalui hadis ini Ibnu Abidin menukil pendapat Atthahawi bahwa merokok di dalam masjid hukumnya disamakan dengan makan bawang ini. Keduanya sama-sama mendatangkan bau tak sedap yang akan mengganggu jamaah dan para malaikat. Karena itu, merokok di dalam masjid hukumnya tidak boleh, bahkan sebagian ulama mengatakan haram.

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Mushaf Alquran

ونقل ابن عابدين عن الطحطاوي: إن الدخان ملحق بالبصل والثوم في هذا الحكم. وقال الشيخ عليش المالكي: لا شك في تحريم شرب الدخان في المساجد والمحافل لأن له رائحة كريهة… في الشرواني على تحفة المحتاج: يمنع من دخول المسجد ذو الرائحة الكريهة، كآكل البصل والثوم، ومنه ريح الدخان المشهور الآن

“Ibnu Abidin menukil dari Imam Atthahawi, dia mengatakan bahwa rokok disamakan dengan bawang merah dan bawang putih dalam hukum ini. Syekh ‘Ulaisy Almaliki berkata, ‘Tidak diragukan lagi mengenai keharaman merokok di dalam masjid dan tempat-tempat keramaian, karena ia menimbulkan bau yang tidak disukai…Syaikh Asy-Syarwani dalam kitab Hasyiyah Tuhfatul Muhtaj mengatakan, ‘Orang yang memiliki bau tak sedap dilarang masuk ke dalam masjid, seperti orang yang makan bawang merah dan bawang putih, termasuk juga bau rokok yang dikenal saat ini.”

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum..saya mau tanya karena ketika pengajian rutinan dimesjid itu kebanyakan jemaah yg merokok dan saya merasa terganggu . .terus kalo mau ikut pengajian lg sy jd terasa males dan merasa ga pd dan takut terkena penyakit jg..mohon masukannya terimaksih..wassalamualaikum…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here