Hukum Menyandarkan Kata Abdun (Hamba) Kepada Selain Allah

0
311

BincangSyariah.Com – Sebagian orang menganggap “nama” adalah sesuatu yang sakral. Bagaimana tidak, nama yang baik, memiliki arti yang baik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Sehingga tidak heran, jika Islam menganjurkan untuk memberikan nama yang baik. Dan ini terbukti ampuh walaupun tidak semuanya tidak bisa dibuktikan.

Diantara nama-nama yang populer dan tidak asing lagi di telinga masyarakat muslim, seringkali diawali dengan lafaz “abdun” (‘ain-ba-dal) yang artinya hamba. Dan nama-nama yang diawali dengan lafaz “abdun” biasanya memang disandarkan kepada lafaz “Allah” atau nama-nama Allah yang terkumpul dalam “Asmaul Husna“.

Lantas bagaimana hukumnya jika ada orang yang memberi nama anaknya dengan lafaz “abdun” yang di-mudhaf-kan (disandarkan) kepada lafaz selain “Allah“?

Memberi nama abdun yang disandarkan kepada selain nama Allah hukumnya adalah haram karena menunjukkan makna menyekutukan Allah (as-syirk). Sedangkan memberi nama yang disandarkan kepada lafaz “Nabi” (‘abdun an-nabiyy) hukumnya makruh, menurut pendapat yang kuat.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Bajuri, j. 2 h. 305.

ويحرم التسمية بعبد الكعبة أو عبد الحسن أو عبد علي وكذا كل ما أضيف إليه بالعبودية لغير أسمائه تعالى لإيهامه التشريك كما فى شرح الرملى إلاّ عبد النبي فتكره التسمية به على المعتمد خلافا لما وقع فى حا شية الرحمان من حر مة التسمية به

Haram membuat nama dengan kalimat “Abdul Ka’bah, Abdul Hasan, atau Abdul Ali” begitu juga haram setiap nama yang disandarkan kepada selain nama-nama Allah dengan memakai kalimat sifat penghambaan karena hal itu akan menimbulkan dugaan syirik kepada Allah sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Ramli, kecuali kalimat “Abdu Nabi” maka makruh memakai nama tersebut menurut qoul yang kuat (mu’tamad). Berbeda dengan penjelasan yang ada dalam kitab Hasyiyah al-Rahmani yang menerangkan tentang haramnya memakai nama “Abdi Nabi”.

Dari penjelasan di atas, bahwasanya nama yang berawalan “Abdun” tak selamanya baik dan boleh dipakai manakala lafaz yang dijadikan sandaran itu bukan nama-nama Allah, sebab jika dipaksakan harus dipakai jelas disitu ada unsur kemusyrikan yang samar. Maka penting juga untuk kita ketahui bersama bahwa nama arab tak selamanya baik dan boleh dipakai.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here