Hukum Menunggangi Gajah dalam Islam

0
75

BincangSyariah.Com – Seringkali, di banyak tempat wisata, banyak gajah yang disewakan pada para pengunjung untuk ditunggangi, terkadang ditunggangi sendirian, dan terkadang secara ramai-ramai hingga lima orang. Sebenarnya, sejak dahulu, gajah sudah lama digunakan sebagai salah satu sarana transportasi Sebenarnya, bagaimana hukum menunggangi gajah dalam Islam?

Menurut para ulama, menunggangi hewan seperti sapi, kambing, gajah, dan lainnya, hukumnya diperbolehkan. Selama hewan tersebut mampu untuk ditunggangi dan tidak menyakiti, maka boleh menungganginya. Namun, jika terbukti hal tersebut menyakiti hewan tersebut, seperti dalam perkembangan mutakhir yang diteliti para pakar, maka hukumnya diharamkan.

Oleh karena itu, menunggangi gajah hukumnya boleh. Hal ini karena gajah bisa dijadikan hewan tunggangan, bahkan mampu membawa barang-barang berat sekalipun. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mahdhush Shawab fi Fadha-il Amir Al-Mukminin Umar bin Al-Khaththab berikut;

قال أصحابنا: يجوز الانتفاع بالأشياء فيما لم تخلق له؛ فيجوز الحرث على الإبل والحمير، ويجوز ركوب البقر ونحو ذلك

Ulama kami (ulama Syafiiyah) berkata; Boleh memanfaatkan sesuatu pada hal-hal yang bukan tujuan penciptaan. Maka boleh menggunakan unta dan keledai untuk membajak sawah, dan boleh menunggangi sapi dan hewan lainnya.

Menunggangi gajah termasuk bagian dari intifa’ (amengambil manfaat dari hewan. Menurut para ulama, mengambil manfaat dari hewan, seperti menungganginya, atau dijadikan hewan pembajak sawah, dan lainnya, hukumnya boleh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tafsir Al-Qurthubi berikut;

قال العلماء : ملكنا الله – تعالى – الأنعام والدواب وذللها لنا وأباح لنا تسخيرها والانتفاع بها رحمة منه – تعالى – لنا وما ملكه الإنسان وجاز له تسخيره من الحيوان فكراؤه له جائز بإجماع أهل العلم ، لا اختلاف بينهم في ذلك

Baca Juga :  Hakikat Puasa: Kejujuran dan Keikhlasan

Para ulama berkata; Allah menjadikan hak milik kepada kita atas hewan ternak dan binatang tunggangan dan Allah menundukkan hewan itu kepada kita. Allah membolehkan kepada kita mempergunakan dan mengambil manfaat darinya sebagai bentuk kasih sayang dari Allah kepada kita. Dan hewan yang dimiliki oleh seseorang dan dia boleh memanfaatkannya, maka ia juga boleh menyewakannya dengan kesepakatan ahli ilmu (ulama), tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka dalam hal itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here