Hukum Mentato Badan dengan Memakai Henna Bagi Laki-laki

0
950

BincangSyariah.Com – Henna umumnya digunakan oleh kaum perempuan untuk melukis tangan dan kakinya ketika menikah atau bersolek karena ada acara hajatan. Jarang laki-laki memakai henna untuk melukis atau mentato bagian tubuhnya. Namun bagaimana jika ada laki-laki mentato badan dengan memakai henna bagi laki-laki, apakah boleh?

Dalam Islam, perempuan dianjurkan untuk menggambar dan melukis tangan dan kakinya, terutama ketika menikah atau acara lainnya. Selain bagian tangan dan kaki, hukumnya hanya boleh, tidak dianjurkan juga tidak diharamkan. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Mirqat Su’udut Tashdiq berikut;

و يسن للمرأة المزوّجة أو المملوكة خضبُ كَفِّها و قَدَمِها بالحناء تعميما لأنه زينة و هى مطلوبة منها لِحَلِيْلِهَا

Disunnahkan bagi perempuan bersuami atau budak untuk melukis telapak tangan dan kakinya dengan memakai henna secara menyeluruh karena hal itu termasuk perhiasan yang dianjurkan guna mempercantik diri bagi suaminya.

Adapun bagi laki-laki, menurut para ulama, boleh baginya mentato seluruh badannya dengan memakai henna selain tangan dan kaki. Jika mentato tangan dan kakinya dengan henna, maka hukumnya haram karena menyerupai perempuan.

Karena itu, jika ada laki-laki mentato bagian tubuhnya dengan henna, maka hal itu tidak masalah. Ini karena melukis tubuh dengan henna, selain tidak permanen dan menyerap air, juga tidak perlu dimasukkan pada bagian tubuh, melainkan cukup ditempelkan sehingga hanya warnanya yang membekas pada kulit.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ لِلرَّجُل أَنْ يَخْتَضِبَ فِي رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ لِتَغْيِيرِ الشَّيْبِ بِالْحِنَّاءِ وَنَحْوِهِ لِلأْحَادِيثِ الْوَارِدَةِ فِي ذَلِكَ، وَجَوَّزُوا لَهُ أَنْ يَخْتَضِبَ فِي جَمِيعِ أَجْزَاءِ بَدَنِهِ مَا عَدَا الْكَفَّيْنِ وَالْقَدَمَيْنِ،

Baca Juga :  Mengapa Nabi Muhammad Terima Wahyu di Gua, Bukan di Masjid? Ini Kata Buya Syakur

Ulama sepakat bahwa dianjurkan bagi laki-laki untuk menyemir rambut dan jenggot guna merubah uban dengan memakai henna dan semacamnya berdasarkan beberapa hadis dalam masalah itu. Mereka juga membolehkan bagi laki-laki untuk mentato seluruh bagian tubuhnya selain kedua telapak tangan dan kaki.

Ini berbeda dengan mentato tubuh melalui pewarna yang tidak dapat menyerap air, atau dengan cara memasukkan jarum ke dalam kulit badan untuk memasukkan zat yang berwarna sehingga timbul suatu gambar yang diinginkan. Dalam hal ini, semua ulama sepakat bahwa hukumnya haram, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here