Hukum Menjawab Adzan Sambil Berjalan

2
11

BincangSyariah.Com – Apabila sedang dalam perjalanan lalu mendengar adzan, bagaimana hukum menjawab adzan sambil berjalan?

Sudah maklum bahwa ketika kita mendengar adzan berkumandang, maka kita dianjurkan untuk menjawabnya. Namun bagaimana jika kita mendengar adzan pada saat kita sedang berjalan, apakah kita tetap dianjurkan untuk menjawabnya meski dalam keadaan sedang berjalan?

Menurut para ulama, menjawab adzan sambil berjalan hukumnya tetap disunnahkan. Oleh karena itu, jika kita mendengar adzan dalam keadaan sedang berjalan, maka kita dianjurkan untuk menjawabnya dan tidak perlu diam atau duduk untuk menjawabnya.

Hal ini karena menjawab adzan dianjurkan dalam keadaan seperti apapun, baik dalam keadaan duduk, berdiri, sambil berjalan, atau sambil tiduran. Menjawab adzan sambil berdiri, duduk, berjalan, atau tiduran hukumnya sama, yaitu sama-sama diperbolehkan dan dianjurkan.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Al-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi li Al-Fatawa berikut;

فَيَجُوزُ لِلسَّامِعِ إِذَا كَانَ قَائِمًا أَنْ يَجْلِسَ، وَإِذَا كَانَ جَالِسًا أَنْ يَضْطَجِعَ، وَإِذَا كَانَ مُضْطَجِعًا أَنْ يَسْتَمِرَّ عَلَى الِاضْطِجَاعِ وَيُجِيبَ الْمُؤَذِّنَ حَالَ الِاضْطِجَاعِ، وَلَا يُكْرَهُ لَهُ ذَلِكَ ; لِأَنَّهُ لَمْ يَرِدْ فِيهِ نَهْيٌ، وَالْكَرَاهَةُ تَحْتَاجُ إِلَى دَلِيلٍ مِنْ نَهْيٍ خَاصٍّ

Maka boleh bagi orang yang mendengar adzan jika sedang berdiri untuk duduk, jika sedang duduk untuk tidur rebahan, jika sedang rebahan untuk tetap terus rebahan dan menjawab muadzin dalam keadaan rebahan, dan hal itu tidak dimakruhkan. Karena tidak ada larangan dalam hal itu, dan kemakruhan membutuhkan dalil larangan khusus.

Menurut para ulama, yang tidak dianjurkan menjawab adzan hanya orang yang sedang buang hajat atau sedang berhubungan badan. Selain keduanya, meskipun sedang haid, nifas, junub, sedang berjalan, sedang duduk, sedang tiduran, dan lainnya, tetap dianjurkan untuk menjawab adzan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

والمجامع وقاضي الْحَاجة يجيبان بعد فرَاغ شغلهما كغيرهما مَا لم يطلّ الْفَصْل عرفا وَإِلَّا لم تسْتَحب لَهما الْإِجَابة

Orang yang berhubungan badan dan buang hajat, keduanya dianjurkan menjawab adzan setelah keduanya selesai selama jedanya tidak lama menurut kebiasaan. Jika jedanya lama, maka keduanya tidak dianjurkan menjawab adzan.

(Baca: Hukum Niat Sebelum Mengumandangkan Adzan)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here