Hukum Menikahi Wanita Hamil di Luar Nikah

1
4561

BincangSyariah.com-Menurut kebanyakan ulama, menikahi wanita hamil di luar nikah hukumnya boleh dan sah. Baik yang menikahinya adalah orang yang menghamilinya atau orang lain. Juga orang yang menikahi wanita hamil di luar nikah tersebut boleh melakukan persetubuhan dengannya, baik sebelum melahirkan atau sesudahnya.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib berikut;

ولو نكح حاملا من زنا، صح نكاحه قطعا، وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأصح

“Jika seseorang menikahi wanita yang tengah hamil karena zina, maka akad nikahnya secara qath’i sah. Menurut pendapat yang lebih sahih, ia juga tetap boleh menyetubuhi istrinya selama masa kehamilan.”

Salah satu dalil yang dijadikan dasar oleh para ulama mengenai kebolehan menikahi wanita hamil di luar nikah, baik oleh orang yang menghamilinya atau orang lain, adalah firman Allah dalam surah Annisa’ ayat 24 berikut;

وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِين

“Dan dihalalkan bagi kalian selain yang demikian, yaitu mencari istri-istri dengan harta kalian untuk dikawini bukan untuk berzina.”

Dalam ayat di atas, wanita hamil di luar nikah termasuk kategori wanita yang halal dinikahi karena tidak termasuk wanita-wanita yang haram dinikahi. Selain itu, tidak ditemukan dalil yang melarang menikahi wanita hamil di luar nikah.

Bahkan dalam kitab Alhawi Alkabir disebutkan sebuah riwayat yang membolehkan seseorang untuk menikahi wanita yang dizinahinya, baik hamil atau tidak. Riwayat tersebut berasal dari Sayidina Abu Bakar, sebagaimana berikut;

فروي عن ابي بكررضي الله تعالى انه قال : اذا زنى رجل بامرأة لم يحرم عليه نكاحها

“Diriwayatkan dari Sayidina Abu Bakar, dia berkata; ‘Jika seorang pria berzian dengan seorang perempuan, maka tidak haram baginya untuk menikahi perempuan tersebut.”

Baca Juga :  Tiga Kriteria Pemimpin Amanah

Dengan demikian, menikahi wanita hamil di luar nikah hukumnya boleh dan sah, tidak harus menunggu setelah melahirkan atau masa iddah. Hal ini karena masa iddah hanya dimiliki wanita yang menikah. Sedangkan wanita hamil di luar nikah tidak memiliki masa iddah, sebagaimana wanita hamil karena sebuah penikahan sah.

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum warohmtullahi wabarokatuh….
    Ustadz saya mau nanya….
    Saya kenal seorang wanita,dan saya insyaallah mau mnikahinya…dan saya sudah ber niat untuk menerimanya apa adanya…
    Tidak berapa lama dia pun mulai jujur ke saya dengan keadaannya,kalo dia sudah mempunyai anak dan sudah berumur 1 tahun lbih….dan anak itu lahirnya di luar nikah..
    Apa hukumnya kalau menikahi nya ustadz ?…terima kasih ustadz…
    Assalamualaikum warohmtullahi wabarokatuh….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here