Hukum Menikah di Bulan Safar dalam Islam

0
20

BincangSyariah.Com – Di antara bulan-bulan yang menjadi pantangan di kalangan masyarakat untuk melakukan akad nikah atau pesta pernikahan adalah bulan Shafar. Menikah di bulan Shafar dianggap kurang baik karena wataknya yang kekurangan dan banyak hutang. Mempelai yang menikah di bulan Shafar bisa jadi sering mengalami kegagalan dalam usahanya sehingga selalu kekurangan secara finansial. Lantas dalam Islam, bagaimana sebenarnya hukum menikah di bulan Safar?

Menikah di bulan safar hukumnya diperbolehkan. Tidak ada masalah dalam Islam untuk melakukan akad nikah atau mengadakan pesta pernikahan di bulan safar. Bulan Safar, sebagaimana bulan-bulan lainnya, memiliki kebaikan tersendiri. Bahkan sebagian ulama menyebut bulan Shafar sebagai Shafarul Khair, atau bulan Shafar yang memiliki banyak kebaikan.

Bahkan menurut ulama Syafiiyah, selain bulan Syawal, bulan Shafar termasuk bulan yang disunnahkan untuk melakukan akad nikah. Hal ini karena Nabi Saw menikahkan putrinya,  Sayidah Fatimah, dengan Sayyidina Ali di bulan Shafar. Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

وَيُسَنُّ أَنْ يَتَزَوَّجَ فِي شَوَّالٍ وَفِي صَفَرٍ لِأَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا فِي شَوَّالٍ وَزَوَّجَ ابنَتَهُ فَاطِمَةَ عَلِيًّا فِي شَهْرِ صَفَرٍ

Dan disunnahkan menikah di bulan Syawal dan Shafar karena Rasulullah Saw menikah dengan Sayidah Aisyah di bulan Syawal, dan menikahkan putrinya, Sayidah Fatimah, dengan Sayidina Ali di bulan Shafar.

Ini berdasarkan hadis yang disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, bahwa Al-Zuhri meriwayatkan hadis berikut;

أَنَّ رَسُولَ الله- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – زَوَّجَ ابْنَتَهُ فَاطِمَةَ عَلِيًّا فِي شَهْرِ صَفَرٍ عَلَى رَأْسِ اثْنَيْ عَشَرَ شَهْرًا مِنْ الْهِجْرَةِ

Sesungguhnya Rasulullah Saw menikahkan putrinya, Fatimah, dengan Ali di bulan Shafar pada 12 bulan awal dari hijrah.

Adapun anggapan bahwa menikah di bulan safar bisa menyebabkan kekurangan secara finansial atau kegagalan dalam bisnis, maka hal itu anggapan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bahkan Nabi Saw pernah membantah terkait anggapan sial di bulan Shafar ini. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda;

Baca Juga :  Doa Masuk dan Keluar Masjid Kenapa Berbeda? Ini Pandangan Syekh Nawawi Banten

لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة لا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد

Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak ada pula ramalan sial, tidak ada burung hantu dan juga tidak ada kesialan di bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana kamu menghindari singa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here