Hukum Menikah dengan Saudara Kandung

0
253

BincangSyariah.Com -Mahram merupakan orang yang di dalam syariat Islam haram untuk dinikahi selamanya baik karena keturunan, persusuan, dan pernikahan. Saudara kandung merupakan mahram sebab keturunan, sehingga seorang muslim tidak diperbolehkan untuk menikahi saudara kandungnya sendiri. Hal ini berdasarkan firman Allah berikut ini

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya;  Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (QS. An-Nisa; 23)

Maka jika seseorang menikahi saudaranya maka pernikahan tersebut tidak sah menurut kesepakatan ulama. Jika mereka melakukan hubungan istri hukumnya haram. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Hasan Basri, Jabir bin Zaid, Imam Malik, Imam Syafi’i, Abu Yusuf, Ishaq, Ibnu Abi Khaitsamah, dan Imam Ahmad.

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan, jika keduanya tetap melakukan pernikahan sedangkan mereka mengetahui bahwa pernikahan di antara saudara kandung dilarang dalam Islam, maka akad yang dilakukan tidak sah secara hukum Islam dan keduanya layak untuk menerima hukuman seperti hukuman seseorang yang berzina. Hal ini dikatakan oleh Imam Ahmad ketika beliau ditanya tentang hukum seseorang yang menikahi saudara kandungnya.

Baca Juga :  Apakah Memakai Obat Kumur Bisa Batalkan Puasa?

Adapun jika keduanya tidak mengetahui bahwa mereka mempunyai hubungan darah dan mengetahuinya kemudian setelah terjadi pernikahan maka akad pernikahan tersebut batal dan tidak berlaku.

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here