Hukum Mengundang Mantan ke Acara Pernikahan

0
2529

BincangSyariah.Com – Mengumumkan pernikahan adalah suatu keharusan yang seyogianya dilaksanakan, agar terhindar dari fitnah sosial maupun warganet dalam dunia maya. Nabi saw. bersabda melalui riwayat Zubair bin Awam r.a.:

أعلنو النكاح.

“Umumkanlah nikah.” (H.R. Ahmad)

Hadis tersebut diperkuat dengan pendapat Imam Malik, bahwasanya:

وقال أبو بكرعبد العزيز النكاح باطل، لأن أحمد قال: إذا تزوج بولي وشاهدين: لا، حتى يعلنه، وهذا مذهب مالك

Sementara Abu Bakr Abdul Aziz, mengatakan, nikahnya batal. Ada riwayat dari Imam Ahmad, beliau ditanya, “Jika orang menikah, apakah cukup dengan wali dan dua saksi?” jawab beliau, “Belum cukup, sampai diumumkan.” Dan ini pendapat Imam Malik. (al-Mughi,7/428).

Dalam kamus KBBI dikatakan bahwa “mantan” artinya bekas, dalam istilah lain bahwa mantan merupakan seseorang yang pernah mengisi hati kemudian pergi meninggalkan secara baik-baik atau kebalikannya. Dalam pengertian singkat tersebut, bahwa mantan merupakan seorang manusia bukan hewan atau dari kalangan jelmaan jin. Maka dari itu jika mengundang seorang mantan (berpisah secara baik-baik) adalah hal yang dianjurkan. Karena Nabi saw. melarang umatnya untuk memutus silaturahim.

Adapun jika seorang mantan tersebut yang berpisah sebab ada masalah atau dikhawatirkan ketika menghadiri acara resepsi pernikahan akan mengakibatkan kegaduhan atau membuat tidak nyaman, maka hal ini merupakan sesuatu yang tidak diinginkan.

Alhasil, jika para mantan mendapatkan undangan pernikahan, maka diwajibkan untuk menghadirinya. Bersandar pada hadis Nabi saw.

إذا دعي أحدكم إلى الوليمة فليأتها.

“Jika salah satu di antara kalian diundang walimah, maka datanglah” (H.R. Bukhari Muslim)

Hadis tersebut berlaku secara umum. Artinya bahwa semua mantan sama saja dengan teman yang lain. Mantan memiliki status sosial yang sama, karena seorang mantan yang baik ialah yang ikhlas dan rida melihat kebahagiaan orang lain dan berkenan memenuhi undangan untuk turut serta mendoakan mantannya yang hendak menikah.

Baca Juga :  Hukum Menggagalkan Lamaran Tanpa Alasan Yang Jelas

Wallahu A’lam     

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here