Hukum Mengucapkan Bismillah ketika Wudhu di Toilet

0
699

BincangSyariah.Com – Salah satu kesunahan dalam berwudhu adalah membaca “bismillahirrahmanirrahim” saat membasuh kedua telapak tangan sebelum berkumur. Mengucapkan “bismillah” saat wudhu di dalam toilet itu paling tidak hukumnya hanya makruh, tidak sampai haram. Ada dua alasan mengapa hal demikian makruh dilakukan saat di dalam toilet.

Pertama, di antara adab memasuki toilet itu tidak banyak bicara. Kedua, terdapat anjuran kuat untuk tidak mengucapkan atau membawa sesuatu yang berkaitan dengan nama Allah atau nama Nabi Muhammad Saw. saat memasuki toilet. Dalam suatu riwayat, Nabi Saw. melepaskan cincin yang dikenakannya saat hendak memasuki toilet. Ini karena di atas cincin Nabi terdapat ukiran Muhammadur Rasulullah.

Selain itu, yang menjadi batasan tidak etisnya mengucapkan zikir, membawa cincin yang bertuliskan nama Allah Swt. atau Nabi Muhammad Saw. itu bukan toilet yang tertutup saja, namun apa pun yang menjadi tempat buang hajat.

Misalnya, orang zaman dahulu yang masih belum memiliki toilet, dan terpaksa harus buang air besar atau air kecil di sungai atau empang. Dalam keadaan seperti ini tidak dianjurkan mengucapkan segala sesuatu yang mengandung pemuliaan terhadap Allah Swt. atau Rasul-Nya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Mundzir, penulis kitab Alausath fis Sunan wal Ijma’ wal Ikhtilaf berikut ini:

الْوُقُوفُ عَنْ ذِكْرِ اللهِ فِي هَذِهِ الْمَوَاطِنِ أَحَبُّ إِلَى تَعْظِيمًا لِلَّهِ

Menahan diri tidak berzikir dalam keadaan ini lebih aku sukai, karena merupakan pemuliaan terhadap Allah Swt.

Di antara pendapat dari kalangan sahabat Nabi Saw. yang dikutip oleh Ibnul Mundzir adalah pendapat Ikrimah berikut ini:

وَقَالَ عِكْرِمَةُ: لَا يُذْكَرُ اللهُ وَهُوَ عَلَى الْخَلَاءِ بِلِسَانِهِ، وَلَكِنْ بِقَلْبِهِ

Baca Juga :  Perhatikan Empat Hal Ini Sebelum Mengikuti Asuransi

Ikrimah berpendapat, tidak boleh disebut nama Allah dengan diucapkan ketika ia berada di tempat buang hajat, kecuali mengucapkannya hanya dalam hati.

Oleh karena itu, kalaupun ingin mengucapkan bismillah saat wudhu dalam toilet, maka cukup mengucapkannya di dalam hati. Senada dengan pendapat di atas, Syekh Abu Bakar Syatha juga berpendapat demikian:

وهو ليس بقيد بل المدار على الوصول لمحل قضاء الحاجة ولو بصحراء

Al-khala (tempat buang hajat tertutup) tidak menjadi batasan (atas dimakruhkannya pemuliaan terhadap Allah), namun yang menjadi patokan itu memasuki tempat buang hajat, walaupun di tempat terbuka.

Wallah a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here