Hukum Mengonsumsi Telur Penyu

0
1187

BincangSyariah.Com – Di sebagian daerah, ada sebagian masyarakat yang suka mengonsumsi telur penyu atau kura-kura laut. Bahkan telur penyu banyak diburu karena dianggap bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan, meningkatkan vitalitas pria. Sebenarnya, bagaimana mengonsumsi telur penyu? (Baca: Benarkah Telur Ayam Perlu Dicuci Karena Najis?)

Para ulama berbeda pendapat terkait kehalalan memakan penyu atau kura-kura laut. Ulama Syafiiyah, penyu atau kura-kura laut dihukumi haram untuk dimakan karena bisa hidup di laut dan darat. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Madzhibul Arba’ah berikut;

و يحرم اكل السلحفاة برية كان او بحرية و هى المعروفة بالترسة لانها تعيش فى البر و البحر

Haram makan kura-kura, baik kura-kura darat atau laut, yaitu yang dikenal dengan penyu, karena bisa hidup di darat dan laut.

Meski penyu haram dikonsumsi menurut ulama Syafiiyah, namun mereka menghalalkan mengonsumsi telurnya. Mereka berpendapat bahwa telur hewan yang tidak halal dimakan dihukumi suci dan halal dimakan. Misalnya,  telur penyu atau buaya, meski penyu dan buaya tidak halal dimakan namun telur dari dua hewan tersebut dihukumi suci dan halal dimakan. Selama telur tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan, maka diperbolehkan untuk dikonsumsi. Namun jika membahayakan seperti telur ular, maka tidak boleh dikonsumsi.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Nihayatu Al-Zain berikut;

فائدة: إذا فسد البـيض بحيث لا يصلح للتخلق فهو نجس، وكذا بـيض الميتة وما عدا ذلك طاهر مأكول ولو من حيوان غير مأكول كالحدأة والغراب والعقاب والبومة والتمساح والسلحفاة ونحوها إلا بـيض الحيات

Faidah; ketika telur telah rusak, hingga tidak bisa berkembang untuk jadi piyik, maka hukumnya najis. Demikian pula telur hewan yang telah mati (telur bangkai). Dan selain itu, semua dihukumi suci dan bisa dimakan meskipun dari hewan yang tidak bisa dimakan seperti rajawali, gagak, elang, burung hantu, buaya, kura-kura dan semisalnya kecuali telur dari golongan ular.

Baca Juga :  Ayat Al-Quran Tentang Keragaman Suku Bangsa

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha juga berkata sebagai berikut;

وكذا بيض غير مأكول ويحل أكله على الأصح ، (قوله ويحل أكله) قال فى التحفة مالم يعلم ضرره

Begitu juga dihukumi suci telur hewan yang tidak boleh dimakan dan halal memakannya menurut pendapat yang paling sahih. Perkatan mushannif, ‘Halal memakannya,’ Imam Ibnu Hajar dalam kitab Tuhfah menambahkan, ‘Selama telur tersebut tidak diketahui mengandung bahaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here