Hukum Mengonsumsi Sarang Lebah, Halal Atau Haram?

0
46

BincangSyariah.Com – Banyak kalangan masyarakat yang menghisap sarang lebah yang masih tersisa sedikit madunya. Bahkan ada sebagian yang memakannya, bukan hanya sekedar menghisap. Sebenarnya, bagaimana hukum mengonsumsi sarang lebah, halal atau haram?

Sarang lebah adalah produk alami yang dibuat oleh lebah untuk menyimpan larva, madu, dan serbuk sari. Semua sarang lebah dapat dimakan termasuk sel lilin dan madu mentah yang dikandungnya. Bahkan menurut keterangan medis, mengonsumsi sarang lebah sangat bermanfaat untuk kesehatan, sebagaimana mengonsumsi madunya.

Oleh karena itu, karena sarang lebah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, maka ia boleh dihisap atau dikonsumsi. Tidak masalah menghisap atau mengonsumsi sarang lebah selama di dalamnya tidak ada anak lebah yang sudah hidup.

Adapun jika sudah ada anak lebahnya yang hidup, maka ia harus dibuang dahulu sebelum mengonsumsi sarang lebahnya. Hal ini karena memakan anak lebah yang sudah hidup, meskipun masih di dalamnya sarangnya hukumnya haram.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Sullamul Munajat berikut;

ما كانت فى بيت العسل أخياف فابتـداؤها بيض النحـل ثم صارت دودا مع الروح ثم ماتت ثم صارت نحلا تطير فهى فى الطور الأول حلال وفى الطور الذى بعـده حرام كما قـرره بعضـهم

Apa yang terdapat di dalam sarang lebah, maka awalnya ia adalah telur, kemudian menjadi ulat, kemudian mati dan menjadi lebah yang bisa terbang. Pada bentuknya yang awal ia halal, dan pada bentuk yang selanjutnya ia haram sebagaimana telah ditetapkan oleh sebagian ulama.

Namun jika anak lebah dalam sarangnya masih berupa telur, bukan berupa ulat dan anak lebah yang sudah hidup, maka boleh mengonsumsinya beserta dengan sarangnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatal Qalyubi wa Umairah berikut;

Baca Juga :  Jangan Resah, Kita Hanya Sementara Hidup di Dunia

وكذاالدود المتولد من طعام ومثله النحل الصغير فى شمعه.. فهو حلال

Begitu juga dengan ulat yang lahir dari makanan, dan seperti ulat adalah anak lebih kecil di dalam sarangnya, maka hal itu halal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here