Hukum Mengobati NonMuslim dengan Alquran

0
979

BincangSyariah.Com – Bagaimana hukum mengobati nonMuslim dengan Alquran, apakah boleh?

Mengobati nonMuslim dengan Alquran atau zikir lainnya hukumnya boleh. Semua ulama sepakat bahwa orang Muslim boleh mengobati nonMuslim dengan Alquran. Dalil yang dijadikan dasar kebolehan ini adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Alkhudri, dia berkisah;

انْطَلَقَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوهَا حَتَّى نَزَلُوا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمْ فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لا يَنْفَعُهُ شَيْءٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاءِ الرَّهْطَ الَّذِينَ نَزَلُوا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوا يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ وَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لا يَنْفَعُهُ فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ بَعْضُهُمْ نَعَمْ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرْقِي وَلَكِنْ وَاللَّهِ لَقَدْ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُونَا فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا فَصَالَحُوهُمْ عَلَى قَطِيعٍ مِنْ الْغَنَمِ فَانْطَلَقَ يَتْفِلُ عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ فَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ فَانْطَلَقَ يَمْشِي وَمَا بِهِ قَلَبَةٌ

“Sejumlah sahabat Rasulullah saw. pergi dalam sebuah safar yang mereka tempuh hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka namun penduduk kampung itu menolak. Tak lama setelah itu kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduk pun mengupayakan segala cara pengobatan namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka kemudian berkata, ‘Seandai kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian mungkin saja ada di antara mereka punya obat.’

Penduduk kampung itu pun mendatangi rombongan sahabat Rasulullah saw. yang tengah beristirahat tersebut seraya berkata, ‘Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakit namun tak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?.’ Salah seorang sahabat berkata, ‘Iya, demi Allah aku bisa meruqyah. Akan tetapi demi Allah tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.’

Baca Juga :  Hukum Melaksanakan Salat di Tempat Ibadah Non-Muslim

Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Sahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca tiga kali “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” . Sampai akhir, pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan tidak ada lagi rasa sakit.”

Dalam hadis ini disebutkan bahwa para sahabat mengobati pemimpin kampung yang belum masuk Islam tersebut dengan Alquran. Karena itu, para ulama tidak ada yang berbeda pendapat terkait kebolehan mengobati nonMuslim dengan Alquran. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Almausuah Alfiqhiyah berikut;

لا خِلافَ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ فِي جَوَازِ رُقْيَةِ الْمُسْلِمِ لِلْكَافِرِ

“Tidak ada perbedaan di kalangan para ulama terkait kebolehan ruqyah yang dilakukan orang Muslim terhadap nonMuslim.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here