Hukum Mengkhususkan Tempat Tertentu untuk Shalat dan Zikir

0
1084

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak petilasan yang dipercayai sebagai tempat zikir dan shalat oleh ulama dan kiai tertentu. Biasanya tempat ini dikunjungi oleh masyarakat karena dipercayai mengandung kebaikan dan keberkahan. Dalam Islam, bagaimana hukum mengkhususkan tempat tertentu untuk shalat dan zikir, sebagaimana dicontohkan oleh para ulama dan kiai tersebut? (Baca: Hukum Mengkhususkan Waktu Tertentu untuk Ibadah, Benarkah Bidah?)

Mengkhususkan tempat tertentu untuk beribadah, misalnya untuk shalat dan zikir, hukumnya adalah boleh. Bahkan hal itu termasuk bagian dari sunnah. Karena Nabi Saw sendiri mengkhususkan tempat tertentu untuk dijadikan tempat shalat dan zikir kepada Allah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Yazid bin Abu Ubaid, dia berkata;

كُنْتُ آتِي مَعَ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ فَيُصَلِّي عِنْدَ الْأُسْطُوَانَةِ الَّتِي عِنْدَ الْمُصْحَفِ فَقُلْتُ يَا أَبَا مُسْلِمٍ أَرَاكَ تَتَحَرَّى الصَّلَاةَ عِنْدَ هَذِهِ الْأُسْطُوَانَةِ قَالَ فَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى الصَّلَاةَ عِنْدَهَا

Aku dan Salamah bin Al Akwa’ datang, lalu dia shalat menghadap tiang yang dekat dengan tempat muhshaf. Lalu aku bertanya; ‘Wahai Abu Muslim, kenapa aku lihat kamu memilih tempat shalat dekat tiang ini?’ Dia menjawab; ‘Sungguh aku melihat Nabi Saw selalu memilih untuk shalat di situ.’

Ini juga diikuti oleh sahabat Nabi Saw, seperti Itban bin Malik. Beliau mengkhususkan tempat tertentu di rumahnya untuk melakukan shalat. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari berikut;

أَنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يَؤُمُّ قَوْمَهُ وَهُوَ أَعْمَى وَأَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا تَكُونُ الظُّلْمَةُ وَالسَّيْلُ وَأَنَا رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ فَصَلِّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي بَيْتِي مَكَانًا أَتَّخِذُهُ مُصَلَّى فَجَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ فَأَشَارَ إِلَى مَكَانٍ مِنْ الْبَيْتِ فَصَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Baca Juga :  Perkenalan Seorang Santri pada Sosok Al-Albani

Sesungguhnya Itban bin Malik selalu menjadi imam shalat bagi kaumnya. Dan pada suatu hari dia berkata kepada Rasulullah Saw; “Wahai Rasulullah, sering terjadi malam yang gelap gulita dan jalanan becek sedangkan aku orang yang sudah lemah penglihatan. Untuk itu aku mohon shalatlah Engkau pada suatu tempat di rumahku yang akan aku jadikan (khusus) tempat shalat. Maka Rasulullah Saw mendatanginya di rumahnya. Beliau lalu berkata; “Mana tempat yang kau sukai untuk aku shalat padanya.”  Maka dia menunjuk suatu tempat di rumahnya, Rasulullah Saw kemudian shalat pada tempat tersebut.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here