Hukum Mengkhianati Orang yang Mengkhianati

2
9392

BincangSyariah.Com – Berkhianat adalah melakukan tipu daya yang bertentangan dengan janji. Khianat adalah sifat terlaknat penghancur seluruh umat. Sebuah sifat yang menjadikan kaum-kaum terdahulu mendapatkan azab yang amat berat. Dialah sifat tercela bagi hamba yang senantiasa berbuat maksiat.

Dalam Islam, khianat merupakan satu dari tanda-tanda orang munafik. Sebuah perbuatan yang sangat bertolakbelakang dengan nilai-nilai ajaran Rasulullah. Dimana tertuliskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tidak boleh mengkhianati amanah yang telah dipercayakan. Tersurat dalam QS Al Anfal [8]: 27,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Sebuah ayat yang mengingatkan kita untuk tidak mengkhianati apa yang telah dipercayakan kepada kita. Lantas jika kita yang dikhianati, bolehkan kita mengkhianatinya kembali? Atau bolehkan mengkhianati pengkhianat? Sebagai manusia biasa yang belum sampai pada maqam sabar, tentunya akan ada titik di mana kita sudah muak dengan segala pengkhianatan dan ingin membalas pengkianatan tersebut. Pesan indah Rasulullah terbingkai rapi dalam sebuah hadis di bawah ini:

وقال صلى الله عليه وسلم ادالإمانة إلى من انتمنك ولا تخن من خانك

Rasulullah bersabda: Sampaikan amanat kepada orang yang mempercayakan kepada kamu, dan jangan kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu

Pemaparan yang bisa menjawab sebuah pertanyaan dari bait sebelumnya. Selain menyampaikan amanat kepada orang yang dipercaya, Rasulullah juga berpesan agar kita tetap tidak berkhianat meskipun kepada dia sang pengkianat. Pesan Rasulullah tersebut senada dengan firman Allah, dimana Allah menyuruh kita untuk membalas setiap kejelekan dengan kebaikan. Sebab kebaikan tidak sama dengan kejelekan di mata Allah.

Baca Juga :  Surah Alkautsar dan Kematian Anak Nabi Muhammad

Tidak mengkhianati seseorang yang telah mengkhianati kita adalah salah satu indikasi bahwa kita termasuk hamba yang kuat dalam kondisi apa pun. Jangan terburu-buru mengambil keputusan yang menghasilkan perubahan yang drastis, misalnya muncul ide untuk membalas pengkhanatan di lain waktu. Alangkah lebih baiknya jika kita bersamai dengan diri sendiri, sembari mendekatkan diri kepada-Nya melalui zikir atau membaca Al-Qur’an.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here