Hukum Mengiringi Jenazah Dengan Kalimat Tahlil

8
4795

BincangSyariah.com – Bagaimana hukum mengiringi jenazah dengan kalimat tahlil saat mengantarkan jenazah tersebut ke tempat pemakaman? Apakah dianjurkan dalam Islam?

Dalam Islam, saat kita mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman, kita disunahkan melakukan hal berikut. Yaitu, memperbanyak berzikir kepada Allah, membaca ayat-ayat Alquran, membaca salawat kepada Nabi Saw. dan memperbanyak mengingat kematian. Kita dilarang untuk gaduh dan berbicara hal-hal yang tidak baik dan tidak berguna saat mengantarkan jenazah.

Dianjurkan pula ketika kita membaca zikir saat mengantarkan jenazah untuk dibaca dengan suara keras dan nyaring. Tidak ada larangan dalam Islam untuk membaca zikir bersama-sama dan dengan suara keras dan nyaring saat mengantarkan jenazah. Karena, hal tersebut termasuk syi’ar dan penghormatan kepada jenazah.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kita Tanwirul Qulub berikut;

وَيُسَنُّ الْمَشْيُ اَمَامَهَا وَقُرْبَهَا وَاْلاِسْرَاعُ بِهَا وَالتَّفَكُّرُ فِى الْمَوْتِ وَماَبَعْدَهُ . وَكُرِهَ اللُّغَطُ وَالْحَدِيْثُ فِيْ اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَرَفْعِ الصَّوْتِ اِلاَّ بِالْقُرْأَنِ وَالذِّكْرِ وَالصَّلاَتِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلاَ بَأْسَ بِهِ اْلاَنَ لِأَنَّهُ شِعَارٌ لِلْمَيِّتِ

“Disunnahkan untuk berjalan di depan keranda (jenazah) atau di dekatnya sambil berjalan cepat dan berpikir tentang kematian dan sesudahnya. Dan dimakruhkan untuk gaduh, bercakap-cakap tentang urusan dunia, apalagi dengan suara keras, kecuali melantunkan ayat-ayat Alqur’n, membaca zikir, atau salawat kepada Nabi Saw. karena hal ini menambah syi’ar dan penghormatan bagi jenazah.”

Dan zikir yang paling utama untuk dibaca secara bersama-sama, dengan suara keras dan nyaring saat mengantarkan jenazah adalah kalimat tahlil. Yaitu kalimat la ilaaha illallahu. Hal ini karena kalimat tahlil ini pernah dibaca oleh Nabi Saw. saat mengantarkan jenazah.

Dalam kitab Nashbur Rayah, Imam Alhafidz Azzaila’i menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Umar, dia berkata;

Baca Juga :  Hukum Membunuh Jin dalam Islam

لَمْ يَكُنْ يُسْمَعُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ يَمْشِي خَلْفَ الْجِنَازَةِ، إلَّا قَوْلُ: لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، مُبْدِيًا، وَرَاجِعًا

“Tidak ada kalimat yang didengar dari Rasulullah Saw. saat beliau berjalan di belakang jenazah kecuali kalimat La Ilaha Illa Allah, dengan jelas dan diulang-ulang.“

Berdasarkan riwayat ini, maka zikir yang paling utama untuk kita baca saat mengantarkan jenazah adalah kalimat tahlil dengan suara keras dan diulang-ulang, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Saw.

8 KOMENTAR

    • baca yang benar. Ini hadisnya:

      “Tidak ada kalimat yang didengar dari Rasulullah Saw. saat beliau berjalan di belakang jenazah kecuali kalimat La Ilaha Illa Allah, dengan jelas dan diulang-ulang.“

  1. buat saudara2ku ketika membaca artikel saya sarankan jangan ada kontra atas artikel yang anda baca .anda yaqin ikuti kalapun ands tidak sefaham

  2. “Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, Itu dari Allah, padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.”
    (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 78)

    “(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”
    (QS. Al-Jinn 72: Ayat 23)

  3. Maaf bisa jelaskan hadits ini kah ada yang mengatakan bahwa mengucapkan dzikir seperti itu dengan keras saat mengiringi jenazah tidak boleh

    1. Mengangkat suara dengan tasbih atau sejenisnya ketika mengantar jenazah adalah tidak boleh dan termasuk bid’ah, karena beberapa hal:

    a. Tidak adanya dalil atas perbuatan ini.
    b. Hal ini termasuk perkara yang tidak dilaksanakan oleh para sahabat bahkan termasuk hal yang mereka larang, sebagaimana perkataan Qais bin ‘Abbad :

    كان اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يكرهون رفع الصوت عند الجنائز وعند القتال وعند الذكر

    Artinya: Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengangkat suara ketika mengurus jenazah, ketika perang, dan ketika berdzikir. (HR. Al-Baihaqy di dalam As-Sunan Al-Kubra 4 / 74 , berkata Al-Albany: Dengan sanad yang rawi-rawinya tsiqah)

    Read more https://konsultasisyariah.com/908-adakah-tasbih-ketika-mengantar-jenazah-dan-apa-hukum-tali-jenazah.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here