Hukum Menginap di Masjid bagi Non-Muslim

1
1246

BincangSyariah.Com – Dalam keadaan tertentu, kadang kaum muslim beristirahat dan menginap dalam masjid. Misalnya, ketika berada dalam perjalanan dalam rangka untuk beristirahat. Namun bagaimana jika non-muslim menginap di masjid dalam rangka beristirahat ketika berada dalam sebuah perjalanan, apakah boleh? (Hukum Non-Muslim Masuk Masjid)

Menurut ulama Syafiiyah, non-muslim boleh memasuki masjid selain Masjidil Haram dengan syarat mendapat izin dan persetujuan dari kaum muslimin atau pengurus masjid. Jika sudah mendapatkan izin dari pengurus masjid, maka non-muslim boleh memasuki masjid, bahkan boleh juga menginap di dalam masjid meskipun ia dalam keadaan junub.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

ويجوز عند الشافعية للكافر دخول المسجد غير المسجد الحرام وحرم مكة، وله أن يبيت فيه، ولو كان جنباً في الأصح، ولكن بإذن المسلمين

Ulama Syafiiyah membolehkan non-muslim masuk masjid kecuali memasuki Masjidil Haram dan tanah haram Mekah. Boleh bagi non-muslim menginap di dalam masjid meskipun dalam keadaan junub menurut pendapat yang paling sahih selama mendapat persetujuan dari kaum Muslim.

Bahkan menurut ulama Hanafiyah, non-muslim boleh memasuki masjid, baik Masjidil Haram atau masjid lainnya, baik mendapatkan izin dari kaum muslimin atau tidak, baik memiliki kebutuhan tertentu seperti untuk beristirahat atau tidak. Begitu juga boleh bagi non-muslim menginap di dalam masjid. Hal ini karena Tsumamah bin Atsal pernah ditawan di Masjid Nabawi. Ini menunjukkan bahwa non-muslim boleh berada di dalam masjid dan menginap di dalamnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Ma’rifatus Sunan wal Atsar berikut;

واجاز ابوحنيفة للكافر دخول المسجد كلها حتى المسجد الحرام من غير اذن ولو لغير حاجة…..وقد دخل ابو سفيان مسجد المدينة لتجديد صلح الحديبية بعدما نقضته قريش وكذلك دخل اليه وفد ثقيف وربط ثمامة بن اثال بالمسجد النبوي حينما اسر

Baca Juga :  Beragama itu Mudah; Kandungan Hadis La Dhororo Wa La Dhiroro

Imam Abu Hanifah membolehkan non-muslim memasuki semua masjid, bahkan Masjidil Haram, tanpa harus ada izin (dari kaum muslimin) dan ada tujuan tertentu…Abu Sufyan masuk Masjid Nabawi untuk memperbarui perjanjian Hudaibiyah setelah dirusak oleh kaum Quraisy, juga utusan Bani Tsaqif masuk masjid, dan Tsumamah bin Atsal ditawan di Masjid Nabawi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here