Hukum Menginap dan Tidur di Kuburan Saat Berziarah Makam Ulama

1
134

BincangSyariah.Com – Ketika kita melakukan ziarah ke makam para wali dan ulama, kita menjumpai banyak di antara para peziarah yang menginap di kuburan. Bahkan ada yang sampai ketiduran. Sebenarnya, bagaimana hukum menginap dan tidur di kuburan?

Melakukan ziarah kubur termasuk anjuran agama bahkan sangat dianjurkan oleh Nabi Saw. Salah satu tujuan ziarah kubur adalah agar kita bisa mendoakan para jenazah dengan mendoakan keselamatan, membaca surah Yasin, zikir, dan lainnya. Bahkan terdapat sebagian orang yang mengkhatamkan Al-Quran tiga puluh juz sehingga membuat dia harus menginap dan terkadang sampai tertidur di kuburan. (Baca: Hukum Melepas Sandal Ketika Ziarah Kubur)

Mengenai menginap dan tidur di kuburan ini, menurut ulama Syafiiyah, jika sendirian dan area kuburan sepi, maka hukumnya makruh. Tidak dianjurkan menginap dan tidur di area kuburan tanpa ada kebutuhan yang sangat mendesak jika sendirian dan keadaannya sepi.

Namun jika bersama orang lain atau rombongan, atau keadaan area kuburan ramai, maka tidak masalah menginap dan tidur di area kuburan. Karena itu, jika kita ziarah ke makam Sunan Ampel, misalnya, dan kita menginap dan tidur di sana, maka hal itu tidak masalah dan tidak makruh karena keadaannya ramai setiap waktu, termasuk di waktu malam.

Ini berbeda jika kita menginap dan tidur di area kuburan umum yang jarang diziarahi para peziarah, maka hal itu makruh kita lakukan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

نص الشافعية على انه يكره المبيت في المقبرة من غير ضرورة لما فيها من الوحشة فان لم تكن وحشة كان كانوا جماعة او كانت المقبرة مسكونة فلا كراهة

Baca Juga :  Dosen IAIN Surakarta: Indonesia Sangat Berpotensi Jadi Pusat Kajian Tafsir Asia Tenggara

Ulama Syafiiyah menegaskan bahwa dimakruhkan menginap dan tidur di area kuburan tanpa ada kebutuhan sangat mendesak. Ini disebabkan karena kuburan tempatnya sunyi. Jika tidak sunyi, seperti berjemaah atau rombongan, atau keadaan kuburan ramai, maka hukumnya tidak makruh.

Sementara menurut ulama Hanafiyah, menginap dan tidur di kuburan hukumnya makruh, baik keadaannya sepi maupun ramai, sendirian maupun rombongan. Disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وقال الحنفية: يكره النوم عند القبر

Ulama Hanafiyah berkata; Dimakruhkan tidur di area kuburan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here