Hukum Menghibahkan Kucing Peliharaan

1
571

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak orang yang suka memelihara kucing sehingga mereka berusah dengan berbagai cara untuk bisa memelihara kucing. Di antaranya dengan cara membeli, ada juga dengan menerima hibah kucing peliharaan dari orang lain. Bagaimana hukum menghibahkan kucing peliharaan dan menerimanya?

Menghibahkan kucing peliharaan dan menerimanya hukumnya itu sah dan boleh. Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa setiap barang yang boleh dijual-belikan, maka boleh dihibahkan. Karena menurut kebanyakan para ulama kucing peliharaan boleh dijual-belikan, maka ia juga boleh dihibahkan. (Baca: Suci Atau Najis Ingus dan Air Liur Kucing?)

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausua’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الشَّيْءُ الْمَوْهُوبُ هُوَ الْمَعْقُودُ عَلَيْهِ فِي الْهِبَةِ، وَالْقَاعِدَةُ أَنَّ مَا صَحَّ بَيْعُهُ صَحَّتْ هِبَتُهُ

Sesuatu yang dihibahkan adalah sesuatu yang diakad dalam hibah. Kaidahnya adalah setiap sesuatu yang boleh dijual-belikan, maka boleh juga dihibahkan.

Menurut kebanyakan para ulama, kucing peliharaan termasuk hewan yang boleh dijual-belikan. Selain termasuk hewan suci, juga kucing peliharaan memiliki manfaat, seperti bulunya indah dipandang dan lainnya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Azizi berikut;

واعلم أن الحيوانات الطاهرة علي ضربين (أحدهما) ما ينتفع به فيجوز بيعه كالغنم والبغال والحمير ومن الصيود كالظباء والغزلان ومن الجوارح كالصقور والبزاة والفهود ومن الطيور كالحمام والعصافير والعقاب * ومنه ما ينتفع بلونه أو صوته كالطاوس والزرزور وكذا الفيل والهرة وكذا القرد فانه يعلم الاشياء فيعلم.

Ketahuilah bahwa jenis hewan suci itu ada dua. Pertama, hewan yang dapat ambil manfaatnya, seperti kambing, bagal, keledai. Dari jenis hewan yang diburu, ada juga hewan suci seperti kijang dan antelop. Dari hewan pemangsa, ada elang, gagak, dan macan. Dari burung ada burung darat, emprit, dan gagak. Kedua, hewan yang dapat diambil manfaatnya karena keindahan warna bulu atau suaranya, seperti burung merak dan burung jalak. Begitu pun juga termasuk gajah, kucing, dan monyet, karena yang terakhir ini dapat diajarkan mengetahui banyak hal.  

Baca Juga :  Hadis-Hadis Rasulullah tentang Sikap Optimis

Juga disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib sebagai berikut;

وَيَجُوزُ بَيْعُ الْهِرَّةِ الْأَهْلِيَّةِ وَالنَّهْيُ عن ثَمَنِ الْهِرَّةِ كَمَا في مُسْلِمٍ مُتَأَوَّلٌ أَيْ مَحْمُولٌ على الْوَحْشِيَّةِ إذْ لَيْسَ فِيهَا مَنْفَعَةُ اسْتِئْنَاسِ وَلَا غَيْرُهُ أو الْكَرَاهَةُ فيه

Dan boleh jual-beli kucing peliharaan. Sedang larangan dari (mengambil) hasil penjualan kucing sebagaimana hadis yang terdapat dalam Shahih Muslim itu ditakwil artinya ditafsirkan bahwa yang dimaksud kucing tersebut adalah kucing liar. Karena kucing liar tidak ada manfaat penghibur dan selainnya. Atau yang yang dimaksud larangan itu adalah makruh tahzih.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here