Hukum Menghafal Alquran

2
3702

BincangSyariah.Com – Menghafal Alquran, biasa dikenal dengan tahfizh Alquran, yang bermakna proses menghafal Alquran dalam ingatan sehingga dapat dilafadzkan/ucapkan di luar kepala secara benar dengan cara-cara tertentu secara terus-menerus. Sedangkan orang yang menghafalnya disebut dengan al-hafizh.

Melihat mulianya kedudukan Alquran bagi kaum muslim, maka mengafal Alquran memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Para ulama sepakat bahwa hukum menghafal Alquran adalah fardlu kifayah. Artinya jika menghafal Alquran telah dilakukan satu orang atau lebih, maka kewajiban itu menggugurkan beban masyarakat lain dalam suatu kaum, seperti pelaksanaan salat jenazah. Tetapi jika tidak ada sama sekali, maka berdosalah semuanya. Sebagaimana kitab Al-Burhan fi Ulumil Quran menjelaskan:

تعليم القرأن فرض كفاية وكذالك حفظه

Belajar Alquran adalah fardu kifayah, begitu pula menghafalkan”.

Salah satu keistimewaan Alquran adalah menjadi satu-satunya kitab yang banyak dihafalkan oleh manusia, muslim ataupun non muslim. Ini merupakan realisasi Allah dalam menjaga kitab-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Alhijr ayat 9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

’’Sesungguhnya Kami yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya’’

Ayat tersebut merupakan garansi dari Allah bahwa Dia akan menjaga Alquran. Dan salah satu bentuk nyatanya adalah Allah mempersiapkan manusia-manusia pilihan yang akan menjadi penghafal Alquran dan penjaga kemurnian kalimat serta bacaannya. Mereka yang menjadikan hati sebagai wadah tempat untuk menjaga ayat-Nya.

Hal ini betul-betul merupakan suatu keutamaan yang sangat nyata. Dalam QS Alankabut ayat 49 disebutkan:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Sebenarnya, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”.

Baca Juga :  Menelusuri Asbab Nuzul Surah al-Kahfi

Raghib As-Sirjani mengungkapkan bahwa tempat tersebut (hati) merupakan tempat penyimpanan yang paling aman, terjamin, serta tidak bisa dijangkau oleh musuh dan para pendengki serta penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan. Oleh karena itu, begitu mulianya mereka yang mau berjuang dan turut menjaga kemurnian ayat-ayat Tuhan. Nabi bersabda:

قالَ رَسُوْلُ اللهِ صَىلّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: أَشْرَفٌ أٌمّتِي حَمْلَةٌ الْقُرْأنِ وَ أَصْحَابِ اَلَليْلِ

Rasulullah bersabda:” yang paling mulia di antara ummatku adalah orang yang hafal Alquran dan ahli shalat malam”.(HR. Bukhari)

Wallahu’alam.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here