Hukum Menghadiri Pernikahan Non-Muslim

0
1182

BincangSyariah.Com – Bagaimana hukum menghadiri perkawinan non-Muslim?

Jika kita memiliki teman, atau bahkan keluarga dan kerabat, dan kita diundang untuk suatu acara pernikahan, maka kita boleh menghadiri undangan tersebut. Bahkan disebutkan dalam kitab Hasyiyatul Jamal, kita disunahkan untuk menghadiri pernikahan non-Muslim yang zimmi, apalagi kita masih memiliki hubungan saudara, kerabat atau pertemanan dengan non-Muslim tersebut.

وَإِنَّمَا تَجِبُ الْإِجَابَةُ أَوْ تُسَنُّ  بِشُرُوطٍ مِنْهَا إسْلَامُ دَاعٍ وَمَدْعُوٍّ  فَيَنْتَفِي طَلَبُ الْإِجَابَةِ مَعَ الْكَافِرِ لِانْتِفَاءِ الْمَوَدَّةِ مَعَهُ نَعَمْ تُسَنُّ لِمُسْلِمٍ دَعَاهُ ذِمِّيٌّ لَكِنَّ سَنَّهَا لَهُ دُونَ سَنِّهَا لَهُ فِي دَعْوَةِ مُسْلِمٍ

“Kewajiban atau kesunahan menghadiri undangan dengan beberapa syarat. Di antaranya adalah orang yang mengundang dan yang diundang beragama Islam. Karena itu, tidak ada tuntutan menghadiri undangan non-Muslim karena tidak ada ikatan kasih sayang dengan mereka. Iya, disunahkan bagi seorang Muslim untuk menghadiri undangan non-Muslim zimmi meskipun kesunahan tersebut tidak seperti ketika diundang oleh orang Muslim.”

Salah satu dalil yang dijadikan dasar kebolehan, bahkan kesunahan, menghadiri undangan pernikahan non-Muslim adalah surah Almumtahanah ayat 8, Allah berfirman;

لَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

“Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Melalui ayat ini, kebanyakan ulama membolehkan untuk berbuat dan bersikap baik kepada non-Muslim, khususnya zimmi. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Saw. melarang umatnya untuk menyakiti zimmi.

Dan tentu salah satu bentuk sikap baik terhadap non-Muslim adalah menghadiri undangan pernikahan mereka. Ini merupakan bentuk mu’asyarah bil ma’ruf yang tidak dilarang dalam Islam, bahkan dianjurkan. Karena dengan menghadiri undangan mereka, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan menghargai undangan mereka. Hal ini akan membuat mereka senang, jalinan persaudaraan, kekerabatan dan pertemanan akan semakin erat dan ikatan silaturrahmi akan terjalin dengan baik.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here