Hukum Menghadiri Perjamuan Tanpa Diundang

0
1561

BincangSyariah.Com – Ketika ada teman mengadakan pesta atau perjamuan, seperti pesta pernikahan, perjamuan tasyakkuran rumah dan lainnya, kadang kita merasa tidak enak jika tidak hadir padahal sebelumnya kita tidak diundang. Kita merasa wajib hadir sebagai seorang sahabat atau kerabat, meskipun tidak diundang. Sebenarnya, bagaimana hukum menghadiri perjamuan padahal kita tidak diundang?

Di dalam fiqih, menghadiri walimah, pesta, atau perjamuan yang tidak diundang disebut dengan tathafful, yaitu bersikap seperti anak-anak. Menurut para ulama, hukum tathafful atau menghadiri pesta atau perjamuan yang tidak diundang adalah haram. Ini disebabkan karena dapat memberatkan dan menyakiti tuan rumah. (Lima Etika Menghadiri Undangan)

Menurut para ulama, tathafful atau menghadiri pesta dan perjamuan tanpa diundang bisa berubah menjadi boleh jika memenuhi dua syarat. Jika dua syarat ini terpenuhi, maka boleh menghadiri pesta atau perjamuan meskipun tanpa diundang.

Pertama, tuan rumah ridha dan memberi izin disebabkan karena sudah ada jalinan perteman dan kekerabatan. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Syarh Al-Bahjah berikut;

ويحرم التطفل وهو حضور الوليمة من عير دعوة الا علم رضا المالك به لما بينهما من الانس والانبساط

Haram hukumnya menerombol (menghadiri undangan tanpa izin) kecuali bila diketahui kerelaan dari pemilik jamuan karena di antara keduanya terjadi rasa saling suka dan gembira.

Kedua, tidak memberatkan tuan rumah. Jika sekiranya tidak memberatkan tuan rumah, maka menghadiri pesta atau jamuan hukumnya boleh meskipun tanpa diundang. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin berikut;

يحرم التطفل واستثنى المتولي وغيره فقالوا إذا كان في الدار ضيافة جاز لمن بينه وبين صاحب الطعام انبساط أن يدخل ويأكل إذا علم أنه لا يشق عليه

Baca Juga :  Sharing is Caring; Fenomena Saling Berbagi di Bulan Ramadan

Haram hukumnya menerombol (menghadiri pesta tanpa diundang). Imam Al-Mutawalli dan lainnya memberikan pengecualian bila terjadi pada tempat jamuan yang antara dia dan pemiliknya diketahui tidak menyakiti dan sukarela saat ia masuk dan turut serta makan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here