Hukum Menggunakan Tanah Wakaf Untuk Kepentingan Pribadi

0
37

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah kesempatan, ada seseorang yang bertanya mengenai pemanfaatan atau menggunakan tanah wakaf untuk kepentingan pribadi. Misalnya, tanah wakaf untuk kuburan umum ditanami pepohonan, dan hasil dari pepohonan tersebut mulai dari buah dan lainnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Bagaimana hukum menggunakan tanah wakaf untuk kepentingan pribadi?

Menggunakan tanah wakaf untuk kepentingan pribadi, sementara wakif atau pewakaf mewakafkan tanah tersebut untuk kepentingan umum dan kemaslahatan bersama, hukumnya tidak boleh. Ia harus digunakan untuk kepentingan umum dan kemaslahatan bersama, sebagaimana tujuan dari pewakaf.

Oleh karena itu, jika seseorang menanam pohon di tanah wakaf kuburan umum atau tanah wakaf untuk masjid, misalnya, dan dia gunakan hanya untuk kepentingan pribadinya dan melarang orang orang lain mengambilnya (privatisasi), maka hukumnya tidak boleh.

Namun jika dia gunakan untuk kepentingan umum dan kemaslahatan bersama, dan semua orang dia bolehkan untuk mengambilnya dan dia mengambil hanya sekedar ongkos biaya penanaman, maka hal seperti demikia diperbolehkan. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وقع السؤال في الدرس عما يوجد من الأشجار في المساجد ولم يعرف هل هو وقف أو لا ماذا يفعل فيه إذا جف والجواب أن الظاهر من غرسه في المسجد أنه موقوف لما صرحوا به في الصلح من أن محل جواز غرس الشجر في المسجد إذا غرسه لعموم المسلمين وانه لو غرسه لنفسه لم يجز وإن لم يضر بالمسجد

“Terdapat sebuah pertanyaan dalam sebuah pengajian mengenai hukum pepohonan yang tumbuh di tanah wakaf masjid, dan tidak diketahui apakah pepohonan itu wakaf atau tidak, apa yang harus dilakukan ketika pepohonan itu kering? Jawabannya adalah bahwa pada intinya seseorang yang menanam pohon di tanah yang diwakafkan untuk masjid pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan kaum muslimin, sedangkan apabila hanya untuk dinikmati oleh pribadi, maka hukumnya tidak boleh, meskipun tidak merugikan masjid.”

Dengan demikian, menggunakan tanah wakaf untuk kepentingan pribadi hukumnya tidak boleh, baik tanah wakaf kuburan umum, masjid dan lainnya. Namun jika untuk kepentingan umum bagi semua kaum muslimin, atau digunakan untuk kemaslahatan bersama dan kemaslahatan kuburan atau masjid, maka hukumnya boleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here