Bolehkah Memakai Pakaian Bergambar Ketika Salat?

0
1609

BincangSyariah.Com – Terkadang kita menjumpai sebagian orang salat di masjid dengan memakai pakaian bergambar, bermotif, dan berwarna, seperti gambar hewan, motif batik dan lainnya. Menurut sebagian orang, menggunakan pakaian bergambar ketika salat tidak diperkenankan. Sebenarnya, bagaimana hukum menggunakan pakaian bergambar ketika salat?

Hukum asal menggunakan semua jenis pakaian adalah mubah atau boleh tanpa ada batasan motif atau warna tertentu. Asal menutupi aurat dan tidak menyerupai pakaian lawan jenis, apapun motif dan corak warnanya atau gambarnya, maka hukumnya boleh digunakan, baik di dalam salat maupun di luar salat.

Hanya saja, jika pakaian bergambar atau bermotif digunakan ketika salat dan mengganggu terhadap kekhusyukan salat, maka hukumnya menjadi makruh. Namun jika tidak mengganggu karena sudah dianggap biasa dan lumrah, maka hukumnya boleh dan tidak makruh. Menggunakan pakaian bergambar ketika salat dihukumi makruh jika gambar dan motif pakaian tersebut mengganggu konsentrasi salat, baik mengganggu konsentrasi diri sendiri atau orang lain.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Alfiqh ‘ala Mazahibil Arba’ah berikut;

و منها ان يكون بين يديه ما يشغله من صورة حيوان او غيرها فاذا لن يشغله لا تكره الصلاة اليها و هذا عند المالكية و الشافعية

“Bagian dari kemakruhan salat adalah jika di depan mushalli (orang yang salat) terdapat sesuatu yang menyibukkan dirinya (sehingga tidak konsentrasi), baik berupa gambar, hewan atau lainnya. Jika tidak menyibukkan dirinya, maka salat dengan menghadap pada gambar atau lainnya tidak dimakruhkan. Ini menurut ulama Malikiyah dan Syafiiyah.”

Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata;

كَانَ قِرَامٌ لِعَائِشَةَ سَتَرَتْ بِهِ جَانِبَ بَيْتِهَا فَقَالَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم ;أَمِيطِي عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا فَإِنَّهُ لاَ تَزَالُ تَصَاوِيرُهُ تَعْرِضُ فِي صَلاَتِي

Baca Juga :  Tiga Zikiran untuk Hindari Rasa Waswas Saat Shalat dan Wudhu

“Sayidah Aisyah mempunyai gorden yang dipasang di dinding rumahnya. Kemudian Nabi saw. berkata kepada Aisyah, “Singkirkanlah gorden itu dari kita, karena lukisannya senantiasa membayangi dalam salatku.”

Hadis ini berisi pesan bahwa benda apapun yang bisa mengganggu konsentrasi saat salat, maka tidak boleh digunakan, baik berupa baju, sajadah, sarung, peci, gorden dinding dan lainnya. Hal ini karena khusyuk merupakan bagian dari kesempurnaan salat. Karena itu, apapun yang mengganggu kekhusyukan dalam salat, maka hukumnya makruh digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here