Hukum Menggunakan Botol Bekas Miras

4
2672

BincangSyariah.Com – Di sebagian daerah, banyak masyarakat yang memanfaatkan botol minuman keras untuk dijadikan tempat menyimpan minyak, bensin dan lainnya. Ada sebagian kalangan yang mengganggap hal itu dilarang karena bekas wadah barang najis. Sebenarnya, bagaimana hukum menggunakan botol miras untuk dijadikan tempat menyimpan minyak dan lainnya, apakah betul dilarang?

Sudah maklum bahwa dalam Islam minuman keras termasuk perkara yang haram diminum. Bahkan zat minuman keras tersebut dihukumi najis. Begitu juga dihukumi najis tempat menyimpan minuman keras tersebut, seperti botol dan lainnya.

Meski demikian, botol bekas minuman keras tersebut boleh digunkan kembali untuk dijadikan tempat minyak dan lainnya asalkan sudah disucikan terlebih dahulu. Jika botol bekas sudah dicuci, maka hukumnya boleh digunakan untuk menyimpan barang lainnya.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Tsa’labah Al-Khasyani, dia bertanya pernah bertanya kepada Rasulullah Saw;

إِنَّا نُجَاوِرُ أَهْلَ الْكِتَابِ وَهُمْ يَطْبُخُونَ فِي قُدُورِهِمُ الْخِنْزِيرَ وَيَشْرَبُونَ فِي آنِيَتِهِمُ الْخَمْرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَكُلُوا فِيهَا وَاشْرَبُوا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

Kami bertetangga dengan Ahli Kitab, mereka menggunakan panci-panci mereka untuk memasak babi dan meminum khamar dari wadah-wadah mereka. Maka Rasulullah Saw bersabda; ‘Sesungguhnya jika kalian mendapatkan selainnya, maka makan dan minumlah darinya, dan jika tidak kalian dapatkan selainnya, maka cucilah dengan air, lalu makan dan minumlah (darinya).

Dalam hadis ini, Nabi Saw membolehkan menggunakan tempat memasak babi dan tempat khamar asal dicuci dengan air terlebih dahulu. Jika sudah dicuci dengan air hingga bersih, maka tidak ada halangan untuk digunakan untuk keperluan lain.

Baca Juga :  Hukum Puasa Bagi Sopir Bus Antar Kota

4 KOMENTAR

  1. jangan menyetir kalimat sebuah hadist,itu adalah perkata’an Rosululloh…
    menurut pemahan saya hadist itu.” kalo tidak ada yg laen…..boleh..

    brerarti kalo ada yg laen…haram ato tidak boleh…
    jangan d gebyah uyah BOLEH…

    kalo dalam kehidupan normal sekarang tidak mgkin tdk ada yg laen..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here