Hukum Menggunakan Bolpoin Emas

0
82

BincangSyariah.Com – Umumnya, bolpoin yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat berbahan dasar plastik, dan sebagian ada yang berbahan dasar besi. Di kalangan masyarakat perkotaan, ada sebagian yang menggunakan bolpoin dengan bahan dasar emas. Dalam Islam, bagaimana hukum menggunakan bolpoin emas, apakah boleh?

Menggunakan bolpoin dari emas ini hukumnya sama dengan menggunakan alat-alat perabotan yang terbuat dari emas. Sebagaimana kita tidak boleh menggunakan alat yang terbuat dari emas untuk minum dan makan, maka kita juga tidak boleh menulis dari bolpoin yang terbuat dari emas.

Mengenai ketidakbolehan menggunakan alat yang terbuat dari emas ini, Syaikh Al-Bajuri mengatakan dalam kitab Hasyiatul Bajuri berikut;

و لا يجوز في غير ضرورة لرجل و امراة استعمال شىء من اوانى الذهب و الفصة

Tidak boleh, kecuali karena darurat, menggunakan tempat-tempat dari emas dan perak bagi laki-laki dan perempuan.

Larangan menggunakan tempat dan alat dari emas ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Huzaifah bin Al-Yaman, dia berkata bahwa dia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda;

لا تلبسوا الحرير ولا الديباج، ولا تشربوا في آنية الذهب والفضة، ولا تأكلوا في صحافها، فإنها لهم في الدنيا ولنا في الآخرة

Janganlah kalian memakai sutra, dan baju dari sutra. Dan janganlah kalian minum di dalam tempat-tempat yang terbuat dari emas dan perak. Janganlah kalian makan di dalam mangkuk-mangkuk dari emas dan perak. Karena sesungguhnya tempat itu adalah khusus bagi mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita (nanti) di akhirat.

Berdasarkan keterangan di atas, dapat diketahui bahwa menggunakan bolpoin emas itu tidak diperbolehkan, baik bagi lak-laki maupun perempuan. Adapun yang boleh digunakan adalah hanya bolpoin yang terbuat dari selain emas dan perak. Misalnya bolpoin yang terbuat dari plastik, kaca atau besi.

Baca Juga :  Zaman Semakin Maju, Tapi Tiga Hal Ini Semakin Langka

Larangan tersebut di antaranya karena terlalu berlebihan menggunakan harta. Bukankah sebaiknya harta yang dimiliki itu disedekahkan untuk yang membutuhkan? Hal ini karena masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan para dermawan. Wallahualam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here