Hukum Mengazani Telinga Bayi Non-Muslim yang Baru Lahir

0
1194

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika ada bayi baru lahir, maka dianjurkan untuk mengumandangkan azan pada telinga sebelah kanan bayi dan iqamah pada telinga sebelah kirinya. Ini bertujuan agar kalimat Allah merupakan kalimat pertama yang didengar oleh bayi. Namun bagaimana jika bayi tersebut anak dari non-muslim, apakah boleh mengumandangkan azan dan iqamah padanya? (Kumpulan Artikel Amalan Sunah Menyambunt Kelahiran Bayi)

Mengumandangkan azan dan iqamah pada bayi non-muslim yang baru lahir tidak dianjurkan dalam Islam. Anjuran ini hanya berlaku pada bayi yang lahir dari orang tua yang beragama Islam.

Sementara jika bayi tersebut lahir dari orang tua yang beragama selain Islam, maka ia tidak perlu diazani dan iqamahi. Hal ini karena bayi yang lahir dari orang tua yang beragama selain Islam diperlakukan sama dengan orang taunya.

Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha, di antara syarat bayi yang boleh diazani setelah baru lahir adalah ia harus berstatus anak dari orang yang beragama Islam.

Karena itu, jika bayi berstatus sebagai anak non-muslim, maka ia tidak perlu diazani. Beliau berkata dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

و يسن الاذان والاقامة في اذني المولود ،ويكون الاذان في اليمنى والاقامة في اليسرى. وذالك لما قيل : ان من فعل به ذالك لم تضره ام الصبيان، اي التابعة من الجن، وليكون اول ما يقرع سمعه حال دخوله في الدنيا الذكر. و يشترط في المؤذن ان يكون ذكرا مسلما،و في المولود ان يكون ولد مسلم لان الاذان من جملة احكام الدنيا و اولاد الكفار معاملون معاملة ابائهم فيها وان ولدوا على الفطرة.

Disunahkan azan dan iqamah pada kedua telinga bayi yang baru dilahirkan, yaitu azan dikumandangkan pada telinga kanan, dan iqamah pada telinga kiri. Barangsiapa yang melakukan hali ini, maka bayi yang baru lahir tersebut akan jauh dari gangguan jin, dan sebaiknya pertama kali hal yang didengar oleh bayi yang baru dilahirkan di dunia adalah zikir.

Disyaratkan bagi muadzin adalah seorang laki laki yang muslim dan bayi yang dilahirkan adalah anak orang muslim. Ini karena azan adalah bagian dari hukum dunia dan anak-anak non-muslim diperlakukan sebagaimana orang taunya meskipun mereka lahir dalam keadaan suci.

 

Baca Juga :  Banyak Bersyukur Merupakan Kunci Sukses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here