Hukum Mengawetkan Jenazah

0
3305

BincangSyariah.Com –Saat ini banyak jenazah yang diawetkan dengan menggunakan formalin agar tubuh jenazah tidak cepat rusak dan busuk. Biasanya jenazah diawetkan dengan tujuan tertentu, seperti untuk otopsi dan lain sebagainya. Dalam Islam, bagaimana hukum mengawetkan jenazah, apakah boleh?

Mengawetkan jenazah dengan tujuan agar tidak cepat membusuk hukumnya adalah boleh. Dalam Islam tidak ada larangan untuk mengawetkan jenazah, terutama jika pengawetan tersebut dibutuhkan seperti untuk otopsi atau lainnya. Bahkan Imam Syafii menganjurkan agar jenazah diolesi kapur barus supaya tahan lama dan tidak cepat membusuk.

Disebutkan dalam kitab Mughnil Muhtaj, bahwa Imam Khatib al-Syarbini berkata;

بل قال الشافعي : ويستحب أن يطيب جميع بدنه بالكافور ؛ لأنه يقويه ويشده

“Bahkan Imam Syafii berkata, ‘Disunnahkan mengolesi semua tubuh jenazah dengan kapur karena kapur bisa menjadikan tubuh jenazah menjadi kuat  dan bisa bertahan lama.”

Bahkan disebutkan dalam Fatawa al-Azhar, bahwa mengawetkan jenazah dengan bahan-bahan kimia juga diperbolehkan. Selama pengawetan tersebut dibutuhkan, maka tidak masalah dilakukan untuk kemaslahatan jenazah atau kemaslahatan lainnya.

ما رأى الدين فى تحنيط الموتى ؟ الجواب التحنيط فى أصل اللغة العربية هو استعمال الحَنُوط – بفتح الحاء – وأكثر ما كان يوضع فى أكفان الموتى ، والحنوط والحناط بكسر الحاء-ما يخلط من الطيب لهذا الغرض .والتحنيط المعروف الآن بطريق المواد الكيماوية لمنع التعفن أو تأخيره إذا كان بهذا القدر ولهذا الغرض فلا مانع منه ،

“Bagaimana pandangan syariat mengenai hukum pengawetan jenazah? Jawab ‘Pengawetan jenazah dalam bahasa Arab berarti menggunakan hanuth (minyak khusus jenazah) yang banyak digunakan untuk mengolesi kain kafan mayat. Adapun hinuth dan hinath adalah minyak yang digunakan sebagai campuran untuk tujuan tersebut. Tahnith atau pengawetan yang kita kenal sekarang dengan menggunakan bahan-bahan kimia agar menjadikan jenazah tidak busuk atau menunda pembusukan, maka diperbolehkan asalkan dengan kadar yang sesuai dan tujuan pengawetan.”

Baca Juga :  Hukum Melepas KB Spiral pada Jenazah

Dengan demikian, pengawetan jenazah diperbolehkan selama hal tersebut sesuai dengan kebutuhan dan dengan tujuan yang baik. Adapun jika hanya semata-mata untuk menunda penguburan jenazah, maka hal tersebut tidak diperbolehkan karena dalam Islam jenazah dianjurkan untuk segera dikuburkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here