Hukum Mengawetkan Bangkai Binatang Untuk Pajangan

0
124

BincangSyariah.Com – Terdapat beberapa orang yang gemar mengawetkan bangkai hewan dan binatang untuk dijadikan koleksi, hiasan, asksesoris dan pajangan. Mereka sebagian ada yang mengawetkan dalam bentuk tubuh hewan utuh, ada yang hanya kepalanya saja, dan macam-macam lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum mengawetkan binatang untuk pajangan dan hiasan, apakah boleh?

Hukum mengawetkan bangkai binatang seperti harimau, monyet, penyu, dan lainnya, untuk dijadikan hiasan, pajangan, aksesoris adalah boleh tapi makruh. Jika hanya sekedar untuk dijadikan hiasan, aksesoris, dan tidak dijadikan barang transaksi jual-beli, maka hukumnya boleh tapi makruh. Artinya, jika tidak ada maksud tertentu, seperti diambil manfaatnya, atau untuk penelitian ilmiah, maka sebaiknya mengawetkan bangkai binatang dihindari. Lebih baik binatang yang sudah menjadi bangkai dikuburkan saja.

Meski boleh mengawetkan bangkai binatang, namun ia tidak boleh dijadikan barang transaksi jual-beli. Ini karena bangkai binatang termasuk jenis barang najis yang tidak boleh diperjual-belikan. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

يـكره اقـتــناء العـذرة والمــيتة, وقــال المصـنف ومن بايـعه لايجــوز وظاهـره التحــريم وليــس هو على ظاهــره بل هو محمــول على كـراهـية التـنزيه

Makruh mengawetkan bangkai. Mushannif berkata (Imam Syairazi); ‘Siapa yang menjualnya, maka tidak boleh.’ Bentuk lahir teks ini mengindikasikan keharaman, namun teks ini bukan dipahami lahirnya akan tetapi dimaksudkan sebagai makruh tanzih (makruh yang mendekati haram).

Selain itu, bangkai binatang yang sudah diawetkan sebaiknya jangan dijadikan tempat untuk menyimpan sesuatu. Makruh menggunakan bangkai yang sudah diawetkan untuk dijadikan wadah dan tempat menyimpan benda apapun.

وخــرج بالطاهــرالنجــس كالمتخــذ من ميــتة فيحــرم استعمــاله فيمـا ينجــس به كمــاء قليــل ومائع لا فيمــا لاينجــس فيه كمــاء كثــيراو غيره مع الجــفاف (قوله مع الجـفاف) ويكون استعمــاله مكــروهـا

Baca Juga :  Hukum Mengonsumsi Makanan yang Tidak Ada Label Halal

Keluar dari wadah yang suci adalah wadah yang najis, seperti wadah yang terbuat dari bangkai, maka haram menggunakannya untuk menyimpan sesuatu yang bisa najis, seperti air sedikit dan barang cair. Adapun sesuatu yang tidak bisa najis, seperti air banyak dan lainnya serta bangkainya kering, maka menggunakan wadah bangkai adalah makruh.

Dengan demikian, mengawetkan bangkai untuk dijadikan, atau karena untuk tujuan tertentu, maka hukumnya boleh.

lakum dinukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here