Hukum Mengalungkan Jimat pada Bayi

0
823

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat Indonesia, jimat termasuk barang yang dianggap memiliki manfaat. Karena itu, mereka membuat atau membeli jimat untuk diri mereka, kadang juga untuk anak-anak mereka. Bahkan sebagian ada mengalungkan jimat pada anak kecil agar anak kecil tersebut selamat dari gangguan jin dan setan. Sebenarnya, bagaimana hukum mengalungkan jimat pada bayi dengan tujuan tersebut?

Membuat jimat sebagai wasilah mohon perlindungan kepada Allah tidak dilarang dalam Islam. Kita diperbolehkan membuat jimat atau membelinya dari orang lain untuk digunakan kita sendiri.

Begitu juga boleh membuat jimat untuk dikalungkan pada bayi. Bahkan hal ini sudah pernah dilakukan oleh sahabat Abdullah bin Umar kepada anaknya yang masih kecil. Beliau menulis sebuah kalimat thayyibah agar anaknya terlindung dari gangguan setan, kemudian tulisan tersebut dikalungkan pada anaknya.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar, dari kakek Amr bin Syuaib, dia berkisah;

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعلمهم من الفزع كلمات : أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وشر عباده ومن همزات الشياطين وأن يحضرون  وكان عبد الله بن عمرو يعلمهن من عقل من بنيه ، ومن لم يعقل كتبه فعلقه عليه

Sesungguhnya Rasulullah Saw mengajari para sahabat sejumlah kalimat dari rasa takut yang mencekam; ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit tammati min ghadhabihii wa syarri ‘ibaadihii wa min hamazatisy syayaathiin wa ayyahdhuruun (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu). Abdullah bin Umar mengajarkan kalimat itu pada anaknya yang sudah berakal. Sementara anaknya yang belum berakal, maka beliau menuliskan, lalu mengalungkan tulisan itu padanya.

Baca Juga :  Ini Perspektif Islam tentang Pabrik Mengeluarkan Polusi Suara Wajib Bayar Ganti Rugi

Hadis ini menjadi dalil bahwa membuat jimat untuk anak kecil dan mengalungkan padanya diperbolehkan. Hal itu tidak termasuk bagian dari perbuatan yang dilarang dalam Islam. Bahkan sejumlah sahabat Nabi Saw pernah melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here