Hukum Mengafani Nisan Kuburan

4
1309

BincangSyariah.Com – Ketika kita melakukan ziarah kubur ke tempat kuburan para wali dan ulama, kita banyak menjumpai nisan kuburan mereka dikafani dengan kain. Umumnya, kain tersebut berwarna putih. Sebenarnya, bagaimana hukum mengafani nisan kuburan, apakah boleh?

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa mengafani nisan kuburan orang-orang shaleh, seperti kuburan para wali dan ulama, hukumnya adalah makruh. Namun demikian, menurut Syaikh Abdul Ghani Al-Nabulisi, jika mengafani nisan kuburan orang-orang shaleh bertujuan untuk menghormati kuburan mereka, maka hal itu boleh, tidak makruh.

Dalam kitab Kasyfun Nur ‘an Ash-habil Kubur, Syaikh Abdul Ghani Al-Nabulisi berkata sebagai berikut;

وأما وضع الستور والعمائم والثياب على قبور الصالحين والأولياء فقد كرهه الفقهاء حتى قال في فتاوى الحجة: وتكره الستور على القبور انتهى. ولكن نحن الآن نقول إن كان القصد بذلك التعظيم في أعين العامة حتى لا يحتقروا صاحب هذا القبر الذي وضعت عليه الثياب والعمائم ولجلب الخشوع والأدب لقلوب الغافلين الزائرين لأن قلوبهم نافرة عن الحضور والتأدب بين يدي أولياء الله تعالى المدفونين في تلك القبور، كما ذكرنا من حضور روحانياتهم المباركة عند قبورهم فهو أمر جائز لا ينبغي النهي عنه لأن الأعمال بالنيات، ولكل إمرئ ما نوى.

Adapun meletakkan penutup-penutup, surban-surban, dan pakaian-pakaian atau kain pada kuburan orang-orang shaleh dan para wali, maka hal itu sungguh dimakruhkan oleh ulama fiqih sehingga berkata dalam kitab Fatawa Al-Hujjah; Dan dimakruhkan menutup kuburan.

Dan akan tetapi kami sekarang berkata; ‘Jika penutup itu tujuannya untuk menghormati (kuburan orang-orang shaleh dan wali) dalam pandangan orang umum sehingga mereka tidak merendahkan pemilik kuburan ini yang diletakkan padanya beberapa pakaian atau kain dan surban-surban, dan karena untuk menggapai khusyuk dan menjaga adab bagi hati-hati orang yang lalai yang berziarah, karena hati mereka lari dan berpaling dari kekhusyuan dan bertata krama di hadapan para wali Allah yang dikubur dalam kuburan tersebut sebagaimana kami sebutkan perihal hadirnya ruhani mereka yang diberkahi di sisi kubur mereka, maka meletakkan penutup tersebut adalah hal yang diperbolehkan yang tidak layak untuk dilarang, karena setiap amal itu tergantung niat dan seseorang dinilai dari niatnya.

Baca Juga :  Hukum Melangkahi Kuburan Dalam Islam

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here