Hukum Mengafani Jenazah dengan Kain Ihram

0
1750

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak masyarakat yang menyimpan kain ihramnya untuk dijadikan kain kafan ketika kelak dia meninggal. Ini dilakukan sebagai bentuk harapan agar kain ihram tersebut menjadi saksi kebaikan dan pelindung pada dirinya di alam kubur. Sebenarnya, bagaimana hukum mengafani jenazah dengan kain ihram, apakah boleh? (Baca: Bolehkah Memakai Pakain Ihram Selain Warna Putih?)

Menjadikan kain ihram sebagai kafan, atau mengafani jenazah dengan kain ihram hukumnya boleh. Tidak ada larangan dalam Islam untuk menjadikan kain ihram sebagai kain kafan. Oleh karena itu, jika ada jenazah hendak dikafani dengan kain ihram, baik dia meninggal pada saat ihram atau dia meninggal ketika sedang di rumah, maka hukumnya boleh asalkan kain ihram tersebut cukup untuk dijadikan kain kafan atau ditambah kain lain jika tidak cukup.

Hal ini karena jenazah boleh dikafani dengan kain apa saja, termasuk kain ihram, asalkan menutupi seluruh tubuh jenazah. Semua pakaian atau kain yang boleh dipakai sehari-hari, termasuk kain ihram, maka boleh dijadikan kain kafan untuk mengafani jenazah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

قال أصحابنا رحمهم الله: ويجوز تكفين كل إنسان فيما يجوز له لبسه في الحياة

Ulama kami (ulama Syafiiyah-semoga Allah merahmati mereka) berkata; ‘Boleh membungkus setiap orang (jenazah) dengan pakaian yang boleh dipakai sewaktu masih hidup.

Bahkan jika seseorang meninggal pada saat ihram, maka dia dianjurkan untuk dikafani dengan kain ihram yang sedang dia gunakan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas, dia bercerita bahwa ketika sedang wukuf di Arafah, tiba-tiba ada orang yang jatuh dari kendaraannya dan patah tulang lehernya dan meninggal. Lalu Rasulullah Saw bersabda;

اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلاَ تُحَنِّطُوهُ، وَلاَ تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ، فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّيًا

Mandikan dia dengan air dicampur daun bidara, kafani dia dengan dua lapis kain (yang dia kenakan untuk ihram), jangan diberi minyak wangi, dan jangan ditutup kepalanya, karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat sambil membaca talbiyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here